Industri Asuransi Umum Belum Revisi Target

Beberapa perusahaan asuransi umum belum merevisi target pertumbuhan tahun ini, meski perlambatan kinerja masih terjadi.
Amanda Kusumawardhani | 02 Juni 2015 16:25 WIB

Bisnis.com, JAKARTA--Beberapa perusahaan asuransi umum belum merevisi target pertumbuhan tahun ini, meski perlambatan kinerja masih terjadi.

Misalnya, PT Asuransi Adira Dinamika (Adira Insurance) mencatatkan penurunan premi bruto 2,5% menjadi Rp433 miliar pada periode yang sama.

Adapun, premi asuransi kendaraan bermotor turun 9% menjadi 271 miliar, sedangkan asuransi non kendaraan bermotor justru merangkak naik 11% menjadi 162 miliar.

“Sampai saat ini kami belum berencana untuk merevisi target pertumbuhan tahun ini. Semua masih on track yakni pertumbuhan laba 10% dan total premi bruto menjadi Rp2,5 triliun pada 2015,” kata Presiden Direktur Adira Insurance Indra Baruna seperti dikutip Bisnis.com, Selasa (2/6).

Hal itu tidak terlepas dari melambatnya penjualan kendaraan bermotor pada kuartal I/2015. Per semester I/2015, Adira Insurance optimistis mampu meraup pendapatan premi bruto hingga Rp1,013 triliun melalui peningkatan kontribusi premi non kendaraan bermotor.

Hal serupa juga diungkapkan oleh Presiden Direktur PT Lippo General Insurance Tbk (LPGI) Agus Benjamin bahwa kinerja kuartal I/2015 belum bisa mencerminkan kinerja keseluruhan perusahaan.

Mengutip laporan keuangan pada tahun lalu, LPGI memperoleh premi bruto senilai Rp1,005 triliun dengan laba bersih Rp127,87 miliar. Sedangkan per kuartal I/2015, asuransi umum di bawah bendera Grup Lippo ini berhasil meningkatkan laba 171% dari Rp8,23 miliar menjadi Rp22,28 miliar dan premi menjadi Rp377,64, serta premi terpompa 16% menjadi Rp377,64 miliar.

Pada saat yang sama, LPGI mematok premi bruto senilai Rp1,16 triliun, atau tumbuh 15,4% dibandingkan tahun lalu. Tetapi, dirinya enggan menetapkan target laba bersih ambisius pada tahun ini seiring dengan melambatnya perekonomian Indonesia.

“Ini masih periode awal, belum menunjukkan kinerja sebenarnya. Mungkin, bisa dilihat pada semester II/2015. Sampai saat ini, kami belum berniat untuk merevisi target premi bruto kami,” jelasnya.

Hingga kuartal I/2015, tiga penyumbang premi terbesar masih dipegang oleh asuransi kesehatan sekitar 50%-60%, kebakaran 20%-25%, dan sisanya ditempati oleh kendaraan bermotor.

Perusahaan lainnya, PT Asuransi Wahana Tata (Aswata) yang membukukan penurunan kinerja premi bruto sebesar 5% pada Januari-Maret tahun ini.

Presiden Direktur Aswata Christian Wanandi mengungkapkan, pendapatan premi bruto pada kuartal I/2015 mengalami penurunan 5% menjadi Rp300 miliar dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Lesunya kinerja perseroan diakibatkan oleh rendahnya harga komoditas, menurunnya kinerja otomotif, dan belum banyaknya realisasi investasi baru.

“Banyak proyek yang belum dijalankan pada tiga bulan pertama di 2015. Ada juga proyek di sektor marine cargo yang dibatalkan. Pelemahan memang sudah diprediksi, apalagi per April 2015, kenaikan masih lambat,” ungkapnya.

Tag : industri asuransi, asuransi umum
Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top