Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bank Nagari Ajukan Injeksi Modal Rp320 Miliar

Manajemen PT BPD Sumatra Barat alias Bank Nagari menargetkan suntikan modal dari pemegang saham sebesar Rp320 miliar untuk penguatan modal bagi ekspansi perseroan tahun depan.
Heri Faisal
Heri Faisal - Bisnis.com 17 Desember 2015  |  16:31 WIB
Bank Nagari Ajukan Injeksi Modal Rp320 Miliar
Kantor pusat Bank Nagari di Padang Sumatra Barat - banknagari.co.id

Bisnis.com, PADANG—Manajemen PT BPD Sumatra Barat alias Bank Nagari menargetkan suntikan modal dari pemegang saham sebesar Rp320 miliar untuk penguatan modal bagi ekspansi perseroan tahun depan.

Direktur Pemasaran Bank Nagari Indra Wediana menyebutkan tambahan modal itu dibutuhkan untuk menjaga rasio kecukupan modal atau (capital adequacy ratio/CAR) di atas 15%, dengan target pertumbuhan ekspansi pembiayaan 12%.

“Kami komit jaga CAR di atas 15%, karena di bulan April kan ada pembagian deviden, jadi laba juga tidak bisa dioptimalkan untuk modal,” katanya kepada Bisnis, Kamis (17/12/2015).

Dia menuturkan perseroan juga menerbitkan obligasi senilai Rp500 miliar dan sukuk mudharabah senilai Rp100 miliar untuk ekspansi kredit dan pembiayaan syariah. Penerbitan obligasi itu bertujuan mengantisipasi terbatasnya dana perseroan.

Adapun untuk tahun depan, Indra mengatakan perseroan membidik pertumbuhan rerata 12% karena mulai melonggarnya likuiditas di pasaran dan laju pertumbuhan ekonomi yang diprediksi membaik menyusul naiknya belanja pemerintah dan kepastian pasar setelah pengumuman suku bunga acuan The Fed.

Bank Nagari menargetkan pertumbuhan aset dipatok 12%, dengan penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) 12,5%, dan penyaluran kredit 12%.

Ali Asmar, Sekretaris Daerah Pemprov Sumbar menjanjikan suntikan modal untuk Bank Nagari akan diberikan secara bertahap.

“Tambahan modal untuk Bank Nagari tahun depan sekitar Rp70 miliar, tetapi masih akan dibahas bersama DPRD,” katanya.

Dia menyebutkan, sebagai pemegang saham utama Bank Nagari sebesar 33%, Pemprov Sumbar berjanji meningkatkan permodalan perseroan, namun tidak bisa dalam jumlah besar karena keterbatasan APBD.

Sementara itu, kinerja Bank Nagari sampai kuartal ketiga tahun ini mencatatkan pertumbuhan aset 7,67% dari Rp18,76 triliun menjadi Rp20,20 triliun.

Penghimpunan dana tumbuh 5,40% menjadi Rp15,40 triliun dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp14,61 triliun, dan kredit tumbuh 9,58% menjadi Rp14,40 triliun dari tahun sebelumnya Rp13,14 triliun.

Meski belum optimal, dia meyakini pertumbuhan kinerja rerata tahun ini mencapai 11% di akhir tahun dengan meningkatnya belanja pemerintah dan penyerapan anggaran. Sementara itu kinerja laba justru meningkat hingga di atas 10%.

“Sekarang [November] laba sudah Rp324 miliar, jauh melampaui perolehan 2014 yang hanya Rp295 miliar,” katanya.

Menurutnya, pertumbuhan laba itu ditopang rendahnya beban bunga deposito yang dibayarkan perseroan tahun ini, mengingat mulai seimbangnya komposisi dana murah dan deposito dalam struktur DPK.

Dia mengungkapkan komposisi DPK mulai seimbang dengan melonggarnya likuiditas di pasaran.

Porsi deposito di bank tersebut hanya 49,51% atau Rp7,14 triliun dari total DPK. Sedangkan dana murah yakni giro sebesar Rp4,20 triliun atau 29,12% dan tabungan Rp3,31 triliun atau 22,59%.

Meningkatnya komposisi dana murah ikut menyeimbangkan rasio beban operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO), sehingga meningkatkan net interest margin (NIM) atau margin bunga bersih yang mendongkrak laba.

Per September 2015, BOPO Bank Nagari tercatat 83,83% jauh lebih baik dari tahun sebelumnya yang mencapai 86%.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bank nagari
Editor : Saeno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top