Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pengamat : Bunga Komersial 7% Tidak Realistis

Keinginan pemerintah untuk menekan suku bunga komersial antara 7%--7,5% tahun depan dinilai sulit diwujudkan.
Abdul Rahman
Abdul Rahman - Bisnis.com 15 Februari 2016  |  19:58 WIB
Pengamat : Bunga Komersial 7% Tidak Realistis
Bunga Kredit. - Bisnis.com
Bagikan
Bisnis.com, JAKARTA--Keinginan pemerintah untuk menekan suku bunga komersial antara 7%--7,5% tahun depan dinilai sulit diwujudkan. Meski demikian, sejumlah bank mengaku siap menjalankan keinginan pemerintah tersebut.

Senior Economic Analyst Kenta Institute Eric Alexander Sugandi mengatakan bila pemerintah tetap ngotot untuk menjalankan kebijakan tersebut, dampaknya bisa negatif dan beruntun. Apalagi waktunya dianggap terlalu mepet.

"Saya pikir tidak realistis kalau dalam setahun [turun sampai 7%--7,5%]," ujarnya kepadaBisnis, Senin, (15/2/2016).

Eric mengatakan kebijakan tersebut akan memberatkan industri perbankan secara keseluruhan. Bahkan bila diterapkan ke bank-bank milik negara sekalipun pemerintah tetap harus memberikan subsidi agar bunga kreditnya rendah.

Tapi pemberian subsidi tersebut juga akan berefek ke bank non BUMN. Pasalnya secara tidak langsung bank non BUMN akan dipaksa ikut menurunkan suku bunganya.

Bila hal tersebut terjadi maka mereka harus secara drastis menurunkancost of fund, misalnya dengan menurunkan suku bunga deposito. Selain itu biaya operasional bank juga harus ditekan dimana hal tersebut bisa berujung pada rasionalisasi atau PHK.

"Lagipula otoritas yang mengatur suku bunga perbankan ada di OJK bukan di pemerintah," katanya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

industri perbankan bunga kredit
Editor : Rustam Agus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top