Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Adira Insurance Bidik Pertumbuhan Premi 30%

PT Asuransi Adira Dinamika menargetkan perolehan premi sebesar Rp2,86 triliun atau tumbuh sebesar 30% dibandingkan perolehan premi tahun lalu.
Fitri Sartina Dewi
Fitri Sartina Dewi - Bisnis.com 06 Maret 2016  |  21:43 WIB
Adira Insurance Bidik Pertumbuhan Premi 30%
Ilustrasi
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - PT Asuransi Adira Dinamika menargetkan perolehan premi sebesar Rp2,86 triliun atau tumbuh sebesar 30% dibandingkan perolehan premi tahun lalu.

Direktur Utama Asuransi Adira Dinamika (Adira Insurance) Indra Baruna menyatakan pada tahun lalu premi yang berhasil dibukukan perusahaan ialah Rp2,2 triliun atau tumbuh tipis dibandingkan perolehan premi pada 2014 yaitu Rp2,1 triliun.

“Tahun lalu memang cukup berat, karena penjualan otomotif menurun. Namun, kami tetap bisa mencatatkan pertumbuhan. Tahun ini kami targetkan bisa tumbuh di atas target industri atau di kisaran 30%,” kata Indra, Minggu (6/3/2016).

Dia menuturkan, dari total perolehan premi Rp2,2 triliun pada tahun lalu, asuransi dari segmen kendaraan bermotor menyumbang kontribusi sebesar 55%, sedangkan 45% sisanya berasal dari produk asuransi non-kendaraan bermotor seperti asuransi kesehatan, asuransi properti, dan asuransi kargo.

Menurutnya, pendapatan premi pada tahun lalu cukup terbantu dengan penjualan produk asuransi kesehatan yaitu mediciline untuk segmen corporate, dan hospital cah plan benefit untuk segmen retail.

Berdasarkan penjelasannya, pada tahun lalu asuransi kesehatan menyumbang pendapatan premi sebesar Rp400 miliar.

“Komposisi pada tahun ini diharapkan lebih balance porsi antara bisnis asuransi kendaraan bermotor dan non-kendaraan bermotor,” ujarnya.

Menurutnya, pada tahun lalu asuransi kendaraan bermotor menyumbang 55% dari total penjualan, sedangkan pada tahun ini diprediksi porsinya akan menurun menjadi sekitar 50%.

Sementara, penjualan produk asuransi non-kendaraan bermotor diprediksi meningkat dari 45% pada 2015 menjadi 50% pada 2016.

Adapun, khusus untuk asuransi properti, pada tahun lalu Adira telah membentuk branding produk asuransi properti terbaru yaitu Arthacillin yang memberikan perlindungan menyeluruh bagi tempat usaha para pelanggan.

Adira Insurance juga memperkuat penjualan asuransi elektronik ponsel ke berbagai store di Indonesia.

Dari segi perluasan jaringan distribusi, Adira melakukan kerja sama dengan berbagai market place berbasis digital.

Melalui market place tersebut, Adira Insurance menjual berbagai produk seperti asuransi demam berdarah (DBD), asuransi Tipus, asuransi motor yang bernama Motopro, asuransi perjalanan yang bernama Travellin, dan voucher asuransi mobil Autocillin.

Pada tahun lalu, Adira Insurance juga mengembangkan kerja sama dengan berbagai rekan bisnis yaitu sekitar 532 agen bersertifikasi, 83 dealer, 44 broker, 15 leasing, dan 24 bank.

Tidak hanya itu, Adira Insurance juga menjalin kerja sama dengan berbagai rekan bisnis lainnya di industri energi, pertambangan, dan beberapa industri lainnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

adira insurance
Editor : Saeno
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top