Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Dua Holding BUMN Bidang Energi & Tambang Segera Dibentuk

Dua holding BUMN sektor energi dan tambang diperkirakan terbentuk terlebih dulu dibandingkan dengan empat holding BUMN lainnya yang direncanakan pada 2016.
Yodie Hardiyan
Yodie Hardiyan - Bisnis.com 08 September 2016  |  23:21 WIB
Dua Holding BUMN Bidang Energi & Tambang Segera Dibentuk
Menteri BUMN Rini Soemarno - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Dua holding BUMN sektor energi dan tambang diperkirakan terbentuk terlebih dulu dibandingkan dengan empat holding BUMN lainnya yang direncanakan pada 2016.

Deputi Bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis dan Media Kementerian BUMN Fajar Harry Sampurno mengatakan dua holding tersebut bakal terbentuk terlebih dulu apabila persoalan dasar hukum telah beres.

Dasar hukum yang dimaksud adalah revisi Peraturan Pemerintah No. 44/2005 tentang Tata Cara Penyertaan dan Penatausahaan Modal Pada BUMN dan Perseroan Terbatas.

“Harmonisasi di Kementerian Hukum dan HAM sudah selesai, sekarang balik lagi di Kementerian Keuangan, untuk disiapkan kirim ke Sekretariat Negara, setelah itu ditandatangani Presiden dan diterbitkan,” paparnya di Jakarta pada Kamis (8/9/2016).

Menurutnya, salah satu pokok perubahan peraturan itu adalah mengenai keinginan pemerintah yang tidak ingin kehilangan kendali di BUMN. Satu PP tersebut, ujar Fajar, nantinya digunakan untuk semua holding BUMN.

“Yang penting itu tidak kehilangan kendali pemerintah pada anak usaha nantinya. Akan terdapat saham Seri A . Jadi mereka (induk holding) tidak boleh penunjukkan manajemen, penggantian anggaran dasar, pendirian anak usaha, yang mana kesemuanya itu tetap dilakukan negara,” paparnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bumn holding bumn
Editor : M. Syahran W. Lubis

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top