Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Jaminan Kesehatan Nasional: Sistem Pelayanan JKN Masih Rugikan Masyarakat

Program JKN ini merupakan hal yang sangat baik direncanakan oleh pemerintah yang pro-rakyat, tapi karena proses atau sistemnya yang masih belum maksimal sehingga masyarakat juga yang dirugikan
Newswire
Newswire - Bisnis.com 24 Oktober 2016  |  11:26 WIB
Jaminan Kesehatan Nasional: Sistem Pelayanan JKN Masih Rugikan Masyarakat
Ilustrasi - JIBI/Rachman

Bisnis.com, BANDARLAMPUNG - Program Jaminan Kesehatan Nasional dinilai masih bagai pepatah indah kabar dari rupa.

Ikatan Dokter Indonesia Provinsi Lampung menilai sistem pelayanan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dikelola BPJS Kesehatan masih belum maksimal.

"Program JKN ini merupakan hal yang sangat baik direncanakan oleh pemerintah yang pro-rakyat, tapi karena proses atau sistemnya yang masih belum maksimal sehingga masyarakat juga yang dirugikan," kata koordinator aksi damai dokter Lampung, dr Bambang Eko Subekti SpAn, di Tugu Adipura Bandarlampung, Senin (24/10/2016).

Menurut dia, sistemnya seperti kapitasi yang relatif rendah cukup memengaruhi kualitas pengobatan terhadap pasien sehingga tidak memaksimalkan pelayanan terhadap masyarakat.

Selain itu, aksi damai ini dilakukan serentak dalam rangka memperingati HUT IDI ke-66 dengan mengedepankan tuntutan terhadap pelaksanaan Dokter Layanan Primer karena dinilai tidak efektif dan efisien.

Menurut Sekretaris IDI Bandarlampung itu, program Dokter Layanan Primer merupakan diskriminasi terhadap kelompok dokter tertentu.

"Dokter Layanan Primer bukan jawaban masalah urgen yang terjadi selama ini di bidang pelayanan kesehatan," katanya.

Dokter anastesi itu justru meminta pemerintah lebih fokus pada program prioritas, di antaranya mengatasi minimnya alat kesehatan, kekosongan obat, persoalan obat palsu, juga sarana-prasarana puskesmas serta rumah sakit yang masih minim.

"Termasuk mengatasi kekosongan dokter di banyak puskesmas," katanya.

Terkait aksi dan pelayanan dokter di fasilitas kesehatan (faskes), Bambang mengatakan meskipun menggelar aksi, IDI mengimbau para dokter tetap mengedepankan pelayanan publik.

"Unit pelayanan yang tidak boleh ditinggalkan adalah UGD, ICU, ICCU, ruang operasi, persalinan, perawatan, serta pelayanan primer yang perlu tindakan gawat darurat," kata dia.

Pihaknya menggelar aksi damai hingga pukul 9.00 WIB agar dapat tetap memberikan pelayanan terbaik di masing-masing faskes.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bpjs kesehatan jkn jaminan kesehatan nasional

Sumber : Antara

Editor : Saeno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top