Ini Faktor Pendorong Kenaikan Laba Bersih Bank Jatim

PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk. meraup laba bersih sebesar 8,68% menjadi Rp340 miliar pada kuartal I/2017. Perseroan memaparkan perolehan keuntungan didorong oleh beberapa faktor, terutama biaya dana yang mengalami penurunan.
Surya Rianto
Surya Rianto - Bisnis.com 20 April 2017  |  16:20 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk. meraup kenaikan laba bersih sebesar 8,68% menjadi Rp340 miliar pada kuartal I/2017. Keuntungan perseroan didorong oleh beberapa faktor, terutama biaya dana yang mengalami penurunan.

Direktur Operasional Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Rudie Hardiono mengatakan, beberapa faktor pendorong pertumbuhan laba bersih perseroan seperti, pertumbuhan kredit yang sudah mulai positif.

“Selain itu, biaya dana kami pun juga turun signifikan disebabkan mayoritas DPK [dana pihak ketiga] dalam dana murah seperti, tabungan,” ujarnya dalam paparan kinerja pada Kamis (20/9).

Bank dengan kode emiten BJTM itu mencatatkan penurunan beban bunga sebesar 17,27% menjadi Rp266,36 miliar dibandingkan dengan periode sama pada tahun lalu.

Dengan penurunan beban bunga itu, perseroan mencatat pertumbuhan pendapatan bunga bersih 1,01% menjadi Rp846,85 miliar, meskipun pendapatan bunga kotor mengalami penurunan sebesar 4,06% menjadi Rp1,11 triliun.

Adapun, penyokong pendapatan bunga kredit itu antara lain, pertumbuhan kredit yang perlahan mulai positif sebesar 3,62% menjadi Rp29,29 triliun dibandingkan dengan periode sama pada tahun lalu.

Dari segi DPK, produk dana murah mendominasi portofolio penghimpunan dana perseroan dengan total 74,72% dari total keseluruhan. Produk tabungan perseroan mencatatkan kenaikan sebesar 10,9% menjadi Rp12,19 triliun dibandingkan dengan periode sama pada tahun lalu.

Dengan pertumbuhan kredit dan dana murah pada DPK itu, perseroan juga mencatatkan kenaikan net interest margin (NIM) menjadi sebesar 7,18% dibandingkan dengan sebelumnya yang sebesar 6,83%.

Di luar itu, perseroan pun mendorong efisiensi seiring dengan penurunan biaya operasional terhadap beban operasional yang turun menjadi 62,62% dibandingkan dengan periode sama pada tahun lalu sebesar 65,32%.

Selain itu, rasio kecukupan modal atau capital adequacy ratio (CAR) perseroan juga mengalami kenaikan menjadi 22,3% dibandingkan dengan periode sama pada tahun lalu yang sebesar 19,46%.

Direktur Bisnis Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Su’udi menjelaskan, kenaikan CAR perseroan itu didorong hasil dari revaluasi aset. “Dari situ ada tambahan sekitar Rp150 miliar,” ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bank, bank jatim

Editor : Hendri Tri Widi Asworo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top