EDUKASI DUIT: Merdeka dari Kemiskinan

Bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun Ke-72 Kemerdekaan Republik Indonesia, banyak yang bertanya-tanya, apakah kita benar-benar sudah merdeka?
Redaksi | 17 Agustus 2017 12:58 WIB
Goenardjoadi Goenawan. - Bisnis/swi

Bisnis.com, JAKARTA — Bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun Ke-72 Kemerdekaan Republik Indonesia, banyak yang bertanya-tanya, apakah kita benar-benar sudah merdeka?

Saya kembali bertanya, apakah Anda juga sudah merdeka dari uang? Merdeka dari yang namanya ketakutan tak punya uang? Merdeka dengan meraih kekayaan dan segala yang diinginkan?

Kekayaan pada prinsipnya adalah relasi antara manusia. Ada yang bertanya begini, semua orang kaya pelit. Sebentar dulu.

Ada kesan yang salah. Ini sama saja dengan anggapan semua perempuan judes. Mungkin Anda yang sebenarnya kurang beruntung.

Hubungan relationship dengan orang kaya memiliki tangga-tangga meningkat ke atas.

1. Anda berhubungan dengan orang kaya untuk kepentingan Anda.  Nah ini mungkin yang mengakibatkan Anda pikir orang kaya pelit.  Istilahnya Anda dikudain, ditumpangi. Sebanyak 90% hubungan relationship dengan orang kaya bermasalah dan putus pada level ini.

Dengan pengalaman lebih lanjut Anda merasakan hubungan yang meningkat. Apakah syaratnya mencapai relationship level lebih tinggi?  Yaitu ketika Anda bisa melewati semua keinginan pribadi Anda.  Pada saat masuk mal, Anda perhatikan perilaku orang lain daripada jam tangan impian Anda.

Akses kepada kekuasaan adalah OPI yaitu other people interest,  kehendak orang lain.

2.  Anda berhubungan dengan orang kaya untuk kepentingan si-kaya.  Hubungan ini sedikit lebih beruntung karena dengan demikian Anda mencicipi kekuasaan.  Apakah hubungan ini menguntungkan?  Secara jangka pendek mungkin ya.  Tetapi hubungan ini membutuhkan pengorbanan Anda. 

Oleh karena itu kitab suci tidak mengajarkan kekayaan tetapi mengajarkan keikhlasan, karena apa?  Ya pintu rezeki lewat jalur keikhlasan dengan demikian Anda bisa berhubungan dengan kekayaan.

Pengalaman saya hubungan model begini bisa membuka mata kita bahwa kekuasaan adalah kekuatan yang menggerakkan uang.  Kok bisa saya berinteraksi dengan dasar kepercayaan dan kepentingan konglomerat? 

Rahasianya,  mereka itu punya sifat ingin menang.  Pada saat kita melakukan penaklukan setiap hari maka semangat mereka orang kaya semakin dibakar terus.  Sifat ini disebut Cleopatra complex

Hubungan ini sedikit lebih beruntung daripada dikudain,  karena sifat manusia selalu egois.  Tetapi Anda harus siap dengan roller coaster ride karena keinginan pribadi orang kaya seperti 10 kali lipat lebih heboh daripada Anda. 

Daripada Anda pelajari uang lebih baik Anda mempelajari Ilmu kekuasaan karena hasilnya sama.

3. Bila Anda beruntung Anda berhubungan dengan orang kaya untuk kepentingan orang yang dia sayangi.  Nah hubungan ini jauh lebih sehat.  Bedanya Anda lebih pegang kuasa.  Kok bisa?

Ini seperti kejadian menantu yang dulunya ditolak akhirnya diterima mertua karena apa?  Cucu-cucunya menjadi kesayangan utama. 

Hubungan relationship tingkat ini adalah yang terpenting.  Bila Anda tidak melewati masa-masa sedih roller coaster ride, tidak bisa anda tiba-tiba kaya. Ibarat semua istri dimulai dari perkenalan dan pendekatan. 

Hubungan relationship dengan konglomerat pun bisa mencapai level ini.  Maka pada saat itu Anda pun paham Konsep kekayaan adalah relationship. Syaratnya mencapai relationship level ini adalah sifat Anda,  keihklasan,  pengorbanan,  kebaikan,  amal dan ilmu Anda melebihi harta.

Pepatah mengatakan 90% masalah berkaitan dengan uang karena sisanya yang 10% tidak ada solusinya.  Misalnya anak-anak orang kaya yang bermasalah dengan kehilangan rasa bersyukur,  merasa jiwanya kosong kekurangan rasa berkorban.

Kebutuhan jiwa mereka untuk belajar arti bersyukur itu sungguh sulit lebih sulit daripada masalah kita tidak punya duit. Kita saja menderita kekurangan duit,  mereka jauh lebih menderita daripada kita.

Pada saat keihklasan Anda berbuah,  maka uang bukan lagi persoalan.  Karena masalah hidup belum pelik bila masih bisa dibayar dengan uang.  Benar kata orang bahwa surga tidak dibayar dengan uang.

Kemerdekaan sekarang bukan lagi perang melawan musuh negara lain atau perang melawan penjajah kolonialisme.  Kemerdekaan sekarang bukan angkat senjata atau bendera melawan patung Kwankong. 

Namun kemerdekaan sekarang adalah interaksi dengan sumber kekuasaan, sumber kekayaan.  Ini disebut era kapitalisme,  perang bukan lagi bebas dari pendudukan kompeni tetapi bebas dari rentenir.

Penulis

Ir Goenardjoadi Goenawan MM

Penulis buku money intelligent dan Kekuasaan itu Key Driving Force Uang

081219819915

Tag : Edukasi Duit, investasi
Editor : Stefanus Arief Setiaji

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top