Program Sejuta Rumah, BTN Kucurkan Rp155,9 Triliun

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. konsisten mendukung program Nawacita yang diusung oleh Kabinet Kerja Presiden Joko Widodo dan Jusuf Kalla, khususnya Program Sejuta Rumah.
Ropesta Sitorus | 16 Oktober 2017 01:08 WIB
Pekerja beraktivitas di proyek perumahan bersubsidi, di Bogor, Jawa Barat, Senin (4/9). - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA -  PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. konsisten mendukung program Nawacita yang diusung oleh Kabinet Kerja Presiden Joko Widodo dan Jusuf Kalla, khususnya Program Sejuta Rumah.

Program yang digulirkan Presiden Joko Widodo di Ungaran, Jawa Tengah 29 April 2015 mendapat sambutan baik dari masyarakat.

Sejak program tersebut bergulir hingga pertengahan tahun ini, Bank BTN telah membiayai 1,44 juta unit rumah dengan nilai penyaluran kredit properti baik berupa KPR maupun kredit konstruksi sebesar Rp155,9 triliun.

“Kontribusi Bank BTN sebagai integrator dalam program sejuta rumah tidak hanya dalam soal akses pembiayaan bagi seluruh lapisan nasabah tapi juga dalam menyokong sisi pasokan dengan kredit konstruksi bagi para pengembang,” kata Maryono, Direktur Utama Bank BTN.

Dia mengemukakan hal itu saat menjadi pembicara dalam dialog Sukses Indonesia-ku di Museum Kereta Api Ambarawa, Jawa Tengah, pada Minggu (15/10/2017).

Dalam acara dialog yang dipandu penyanyi Didi Kempot tersebut, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi sepakat mendukung keberhasilan program Sejuta Rumah yang tahun ini ditargetkan mencapai 900.000 unit rumah, baik subsidi maupun nonsubsidi.

Adapun tahun ini Bank BTN menargetkan penyaluran kredit konstruksi dan KPR untuk 666.000 unit rumah hingga akhir tahun dalam rangka mendukung Program Sejuta Rumah, terdiri dari 504.122 unit untuk KPR bersubsidi dan 161.878 unit untuk konstruksi rumah nonsubsidi, serta penyaluran KPR nonsubsidi.

Per September 2017, Bank BTN sudah merealisasikan KPR untuk sekitar 167.000  unit rumah, 130.000 di antaranya KPR subsidi. Sementara yang mengalir dalam bentuk kredit konstruksi terdistribusi untuk kurang lebih 300.000 unit rumah.

Untuk menyukseskan program Sejuta Rumah, Maryono menjelaskan perlunya sinergi dari seluruh stakeholder, baik perbankan, pemerintah pusat, daerah dan pihak pengembang.

Maryono menambahkan, pemerintah dalam hal ini Kementerian PUPR telah banyak memberikan dukungan, di antaranya alokasi anggaran KPR subsidi bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), kemudahan perizinan bagi pengembang untuk mendirikan rumah bagi MBR lewat paket kebijakan ekonomi XIII dan pelonggaran Loan To Value atau rasio kredit terhadap agunan untuk KPR.

Sementara itu untuk meningkatkan pasokan perumahan, Bank BTN juga berupaya menciptakan para calon developer lewat Housing Finance Center (HFC), HFC bermitra dengan banyak pihak, baik Institusi pendidikan formal maupun para developer lewat aneka pendidikan dan pelatihan.

Dengan ITB, lewat program mini MBA in property Bank BTN telah mewisuda 1.000 orang yang siap terjun di dunia properti, sementara dengan asosiasi pengembang seperti REI dan Apersi, setidaknya lebih dari 10.000 orang yang juga siap untuk menjadi calon developer. Tahun depan, Maryono menargetkan akan lahir 1.200 developer muda yang dicetak HFC lewat program mini MBA.

“Selama pemerintahan Jokowi–JK seluruh aspek untuk mempermudah akses masyarakat terhadap kepemilikan rumah ditingkatkan demi mengurangi backlog kepemilikan perumahan yang mencapai lebih dari 11,38 juta kepala keluarga,” kata Maryono.

Selain itu Bank BTN juga berinisiatif merilis produk pembiayaan perumahan bagi MBR, antara lain dengan produk KPR Mikro. KPR Mikro merupakan pembiayaan dengan plafon kredit sebesar Rp 75 juta untuk pembelian rumah, renovasi rumah dan membangun bagi para pekerja informal yang berpenghasilan tidak tetap.

“Program sejuta rumah dapat lebih sukses dengan dukungan dari Pemda untuk menyediakan lahan misalnya membuat land bank atau bank tanah dan berkoordinasi dalam hal pendataan masyarakat yang perlu mendapat dukungan subsidi,” kata Maryono.

Selain dukungan pemda, Maryono juga berharap pada peran swasta dalam mengalokasikan lahan perusahaan untuk membangun perumahan murah bagi karyawannya dengan skema bunga rendah atau bantuan uang muka.

Pola ini juga melibatkan BPJS Ketenagakerjaan untuk memberikan skim yang sesuai bagi karyawannya, missal bantuan uang muka atau bunga rendah sehingga cukup efisien bagi perusahaan.

“Bank BTN akan memberikan dukungan yang kuat dalam program sejuta rumah dan akan lebih optimal jika semua pihak ikut berkontribusi meyukseskannya,” kata Maryono.

Tag : btn, rumah sederhana
Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top