BPJS Ketenagakerjaan Perluas Kerja Sama dengan GO-JEK dan Mandiri

BPJS Ketenagakerjaan melakukan inovasi dalam memperluas cakupan kepesertaan dan untuk memberikan perlindungan kepada para pekerja dengan GO-JEK dan Bank Mandiri.
Dini Hariyanti | 11 November 2017 15:49 WIB
Petugas BPJS Ketenagakerjaan melayani warga di Kantor BPJS Ketenagakerjaan Daerah Istimewa Yogyakarta, DI Yogyakarta, Kamis (22/6). - Antara/Andreas Fitri Atmoko

Bisnis.com, JAKARTA—BPJS Ketenagakerjaan melakukan inovasi dalam memperluas cakupan kepesertaan dan untuk memberikan perlindungan kepada para pekerja dengan GO-JEK dan Bank Mandiri.

BPJS Ketenagakerjaan sudah melakukan berbagai kerjasama dengan berbagai pihak, salah satunya dengan GO-JEK penyedia layanan on-demand berbasis aplikasi yang terdapat di Indonesia, dan Bank Mandiri untuk memberikan kemudahan fasilitas bagi pekerja dalam melakukan pembayaran iuran.

Kini dilakukan perluasan kerja sama antara BPJS Ketenagakerjaan dengan GO-JEK. Ini merupakan kelanjutan kerja sama kedua perusahaan yang telah terjalin sejak bulan Oktober 2017. Melalui program SWADAYA, mitra driver GO-JEK semakin mudah untuk mendaftar dan membayar iuran BPJS Ketenagakerjaan.

Direktur Perluasan Kepesertaan dan Hubungan Antar lembaga BPJS Ketenagakerjaan Ilyas Lubis mengatakan, kerja sama tersebut bertujuan memberi perlindungan jaminan sosial atas risiko kecelakaan kerja dan kematian dengan iuran yang terjangkau bagi para pekerja sektor informal.

“Selama ini pekerja sektor informal termasuk pengendara transportasi online tidak mampu mengakses layanan jasa keuangan karena premi yang dirasa tinggi serta kurangnya pemahaman,” ucapnya dalam siaran pers yang diterima Bisnis, Sabtu (11/11/2017).

Dia menjelaskan bahwa hanya dengan membayar Rp16.800 per bulannya maka mitra GO-JEK bisa memperoleh berbagai manfaat seperti perlindungan dari risiko kecelakaan kerja, mendapat perawatan medis tanpa batas biaya, santunan kematian berupa kematian, beasiswa bagi anak dan lainnya.

Sementara itu, Chief Human Resources GO-JEK Indonesia Monica Oudang mengutarakan bahwa pihaknya telah bekerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan sejak Oktober 2017. Ini merupakan bentuk komitmen GO-JEK dalam meningkatkan inklusi keuangan di kalangan pekerja sektor informal.

“Dengan perluasan kerja sama ini, kami di GO-JEK akan membantu mitra dengan melakukan pembayaran iuran BPJS Ketengakerjaan bagi mitra yang mengikuti program SWADAYA melalui pendebetan dari akun GO-PAY mereka,” tutur Monica.

GO-JEK percaya dengan kemudahan pembayaran yang ditawarkan, akan semakin banyak mitra yang mengikuti program SWADAYA ini. Apalagi sekarang program juga sudah bisa dinikmati oleh mitra pengemudi GO-JEK di 50 kota tempat GO-JEK beroperasi.

Sementara itu, Direktur Kelembagaan Bank Mandiri Kartini Sally menjelaskan bahwa sekarang perseroan merupakan mitra utama BPJS Ketenagakerjaan yang telah memberikan support layanan pendaftaran dan pembayaran iuran bagi peserta BPJS Ketenagakerjaan melalui berbagai channel diantaranya 2.603 kantor cabang, 17.695 buah ATM, fasilitas Mini ATM on EDC, serta jaringan elektronik yang meliputi layanan Mandiri Online dan SMS Banking.

“Melalui kerjasama tripartit dengan BPJS Ketenagakerjaan dan GO-JEK ini diharapkan Bank Mandiri dapat turut mendukung terciptanya masyarakat Indonesia yang terlindungi oleh Jaminan Sosial,” kata dia.

Jumlah pekerja yang tergolong sektor informal saat ini tumbuh hingga mencapai 53% dari angkatan kerja. Adapun, BPJS Ketenagakerjaan menargetkan jumlah kepesertaan aktif pada tahun 2017 mencapai 25,2 juta orang atau meningkat 11% dari 2016.

Tag : bpjs ketenagakerjaan
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Top