Pasar Elektronik Lesu, FIF Spektra Patok Pembiayaan Hanya Tumbuh 10%

Sepanjang 2018, FIF Spektra menargetkan penyaluran pembiayaan bisa tumbuh sebesar 10% jika dibandingkan target pembiayaan pada 2017.
Fitri Sartina Dewi | 09 Desember 2017 06:59 WIB
Pengunjung melihat-lihat berbagai produk dan teknologi kebersihan yang dipamerkan pada Expo Clean and Laundry 2017 di Jakarta, Kamis (23/3). - JIBI/Dwi Prasetya

Bisnis.com,JAKARTA - Sepanjang 2018, FIF Spektra menargetkan penyaluran pembiayaan bisa tumbuh sebesar 10% jika dibandingkan target pembiayaan pada 2017.

Direktur Utama FIF Spektra Ardian Prasetya mengatakan target pertumbuhan sebesar 10% telah disesuaikan dengan proyeksi pertumbuhan penjualan elektronik.

Kendati demikian, dia menyatakan pihaknya belum dapat mengungkapkan strategi pengembangan bisnis yang akan dijalankan perusahaan untuk menggenjot penyaluran pembiayaan pada 2018.

“Strateginya belum bisa dijelaskan, karena masih dalam proses pembahasan internal perusahaan,” kata Ardian kepada Bisnis, Jumat (8/12/2017).

Adapun, sampai dengan November 2017, pembiayaan yang disalurkan FIF Spektra mencapai Rp2,9 triliun, atau turun 5% secara year on year (yoy).

Ardian mengatakan faktor yang menyebabkan pembiayaan mengalami penurunan ialah karena faktor penjualan elektronik yang menurun. Padahal, produk elektronik produk utama yang dibiayai.

Oleh sebab itu, pihaknya memutuskan untuk melakukan penyesuaian terhadap target pembiayaan pada tahun ini, lantaran realisasi pembiayaan masih cukup jauh dari target awal yang ditetapkan yaitu sekitar Rp3,7 triliun.

Setelah dilakukan penyesuaian, maka target pembiayaan sepanjang 2017 diprediksi bisa mencapai Rp3,3 triliun atau turun sekitar 2,9% jika dibandingkan pembiayaaan pada 2016 yaitu Rp3,4 triliun.

“Target pembiayaan sudah kami sesuaikan pada akhir kuartal kedua tahun ini, dan realisasinya sudah mulai sesuai dengan proyeksi setelah perubahan target,” ujarnya.

Berdasarkan penjelasannya, dari total pembiayaan yang disalurkan, portofolio pembiayaan masih didominasi oleh pembiayaan elektronik dan gadget yang berkontribusi sebesar 90%, sedangkan 10% sisanya merupakan pembiayaan perabotan rumah tangga, dan modal kerja.

Tag : pasar elektronik
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top