Bank Jatim (BJTM) Genjot Fee Based Income Naik 15%

Direktur Keuangan Bank Jatim, Ferdian Timur Satyagraha mengatakan hingga saat ini kontribusi pendapatan Bank Jatim dari fee based income sudah mencapai 19%. Untuk mengejar pendapatan non bunga tersebut Bank Jatim tahun ini mulai mencanangkan e-KD (electronic Keuangan Daerah).
Peni Widarti | 20 Februari 2018 16:55 WIB
Gubernur Jawa Timur Soekarwo (kiri) didampingi Direktur Utama PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) R. Soeroso menjawab pertanyaan wartawan, seusai RUPS Bank Jatim, di Surabaya, Selasa (20/2/2018). - JIBI/Wahyu Darmawan

Bisnis.com, SURABAYA -- PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) tahun ini akan menggenjot pendapatan dari Fee Based Income atau pendapatan non bunga agar kontribusinya bisa tumbuh 15%.

Direktur Keuangan Bank Jatim, Ferdian Timur Satyagraha mengatakan hingga saat ini kontribusi pendapatan Bank Jatim dari fee based income sudah mencapai 19%. Untuk mengejar pendapatan non bunga tersebut Bank Jatim tahun ini mulai mencanangkan e-KD (electronic Keuangan Daerah).

"E-KD ini merupakan terobosan Bank Jatim untuk memfasilitasi transaksi pemerintah daerah agar lebih rapi dan akuntabel," katanya seusai RPUS Tahun Buku 2017, Selasa (20/2/2018).

Ferdian menjelaskan Bank Jatim juga akan mengoptimalkan fee based income dari program sebelum-sebelumnya seperti pengembangan agen Lakupandai, meningkatkan transaksi e-banking, sms banking, internet banking dari individu maupun korporasi juga ATM.

Pada 2017, Bank Jatim mencatatkan kinerja yang cukup positif di tengah kondisi ketidakstabilan perekonomian global. Tahun lalu perseroan mampu mencatatkan laba bersih Rp1,16 triliun atau tumbuh 12,76% dibandingkan dengan 2016.

Sedangkan kinerja kredit 2017 mampu mencapai Rp31,75 triliun atau tumbuh 7,01% dibandingkan periode yang sama 2016. Sedangkan Dana Pihak Ketiga (DPK) mencapai Rp39,84 triliun atau tumbuh 21,48% dibanding tahun sebelumnya.

"Rata-rata pertumbuhan kredit perbankan nasional itu 9% an dan Bank Jatim tumbuh 7,01%. Di industri perbankan kita cukup kompetitif," kata Direktur Utama Bank Jatim, R. Soeroso.

Dia menjelaskan kinerja kredit tahun lalu banyak didukung oleh sektor UMKM. Sedangkan sektor korporasi cenderung mengalami kesulitan akibat kondisi ekonomi sehingga pertumbuhannya kurang bagus. "Kalau dulu kita banyak menggali potensi korporasi di luar Jatim, sekarang kita akan fokus pembiayaan UMKM dan infrastruktur di Jatim," katanya.

Adapun saat ini NPL Bank Jatim mencapai 4,59%, turun dibandingkan tahun-tahun sebelumnya yang mencapai 4,77%. Meski begitu, angka NPL tersebut masih tergolong tinggi atau mendekati 5%. "NPL kita akan benahi pelan-pelan," imbuhnya.

Tag : bank jatim
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top