Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Divestasi Saham, Bank Syariah Bukopin Masih Penjajakan dengan Calon Investor

Bank Syariah Bukopin mengungkapkan pihaknya belum bisa memastikan nama-nama calon investor. Pasalnya, proses penjajakan tersebut masih berlangsung.
Nirmala Aninda
Nirmala Aninda - Bisnis.com 26 Februari 2018  |  06:21 WIB
Bank Syariah Bukopin - syariahbukopin.co.id
Bank Syariah Bukopin - syariahbukopin.co.id

Bisnis.com, JAKARTA -- PT Bank Syariah Bukopin belum dapat memberikan keterangan pasti soal rencana divestasi perseroan yang rencananya akan dilakukan tahun ini.

Sejumlah kandidat dari luar negeri seperti Islamic Development Bank, Affin Bank Berhard Malaysia dan bank asal Bahrain serta Qatar disebut-sebut sudah menunjukkan ketertarikan untuk masuk sebagai calon investor.

Ketika ditanyakan mengenai informasi tersebut, Direktur Utama Bank Syariah Bukopin (BSB) Saidi Mulia Lubis masih enggan untuk membeberkan pihak-pihak mana saja yang sudah masuk pilihan BSB.

"Tanya ke pemegang saham saja ya, itu bukan domain kami. Tapi kalau yang sudah penjajakan dengan kita sudah ada, nanti akan kami umumkan," ujarnya di Jakarta, Senin (26/2/2018).

Ditemui terpisah, Direktur Bisnis Bank Syariah Bukopin Aris Wahyudi mengatakan pihaknya belum bisa memastikan nama-nama calon investor yang dipastikan menjadi kandidat pemilik saham BSB.

"Kita sedang diskusikan kira-kira mana yang cocok dengan kondisi kita seperti apa. Belum ada yang pasti, kita masih wait and see, proses on going," ujar Aris.

Nama-nama seperti Islamic Development Bank dan Affin Bank Berhard Malaysia dikatakan Aris memang sudah menunujukkan sejumlah ketertarikan untuk masuk ke dalam jajaran calon pemegang saham BSB.

Namun dirinya menyatakan prosesnya masih terlalu awal sehingga saat ini pihaknya belum melakukan keputusan apapun dengan kedua calon investor. "Kita belum menentukan apapun. Semua pihak masih terbuka untuk negosiasi," katanya.

Hingga saat ini, PT Bank Bukopin Tbk merupakan pemegang saham pengendali Bank Syariah Bukopin dengan komposisi kepemilikan saham 91,8 persen berdasarkan laporan keuangan BSB kuartal III/2017.

Sebelumnya Direktur Utama PT Bank Bukopin Tbk Eko Rachmansyah Gindo, sempat mebeberkan keinginan salah satu calon investor yakni Affin Bank Berhard Malaysia untuk mengakuisisi 40 persen saham BSB.

Aris mengatakan wacana tersebut masih dipertimbangkan karena menurutnya Bukopin sebagai perusahaan induk masih ingin menjadi prioritas.

Berdasarkan informasi yang didapatkan oleh Bisnis, Bukopin berencana untuk melepas 40 persen - 50 persen sahamnya di BSB namun belum ada pihak yang dapat memastikan hal tersebut.

"Kita sedang lakukan penjajakan nanti titik temunya akan seperti apa. Ini kan masih awal. Progressnya masih internal," kata Aris.

Bank Bukopin Syariah saat ini termasuk dalam kategori Bank Umum Kegiatan Usaha (BUKU) I dengan modal inti di bawah Rp1 triliun atau sekitar Rp883 miliar.

Dengan membagi kepemilikan saham kepada sejumlah investor strategis BSB menargetkan bisa naik kelas ke BUKU II pada akhir tahun ini dan mendukung rencana penerbitan saham perdana (initial public offering) pada 2020.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bank syariah bukopin divestasi saham
Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top