Menristekdikti Dorong Bank Luncurkan Kredit Pendidikan

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. meluncurkan kredit pendidikan atau student loan untuk keperluan mahasiswa S2-S3, Briguna Flexi Pendidikan.
Ropesta Sitorus | 21 Maret 2018 21:20 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. meluncurkan kredit pendidikan atau student loan untuk keperluan mahasiswa S2-S3, Briguna Flexi Pendidikan.

Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi RI Muhammad Nasir mengapresiasi langkah tersebut dan berharap agar perbankan lainnya ikut meluncurkan produk serupa.

“Selamat kepada BRI yang sudah menginisiasi student loan yang pertama kali di Indonesia. Saya mengapresiasi BRI dan mendorong bank-bank lain ikut melakukan hal yang sama,” ujarnya saat peluncuran Briguna Flexi Pendidikan di Jakarta, Rabu (21/8/2018).

M. Nasir memuji BRI yang dinilai cepat tanggap atas arahan Presiden Joko Widodo beberapa waktu lalu, yang mendorong bank tidak melulu memberikan kredit yang bersifat konsumtif kepada masyarakat.

Pekan lalu, Jokowi mengumpulkan direksi dan komisaris bank-bank umum dan meminta perbankan untuk mengeluarkan produk finansial baru berupa kredit pendidikan seperti yang ada di negara maju.  

Presiden, lanjut M. Nasir, meminta Menteri Koordinator Perekonomian untuk mengordinir skema dan dasar hukum untuk pemberian kredit tersebut. “Rapatnya tanggal 15 kemarin, artinya baru 6 hari dan BRI langsung merespons pak Jokowi. Luar biasa.”

M. Nasir juga mendorong agar ke depan tingkat suku bunga pinjaman pendidikan dapat lebih diturunkan. “Saya usulkan ke Kementerian Keuangan agar bunganya sesuai SBI.”

Selain itu, M. Nasir mengarahkan agar pemangku jabatan di perguruan tinggi dapat memanfaatkan produk pembiayaan tersebut dan membantu melakukan sosialisasi bagi mahasiswa yang membutuhkan.

Dia juga berharap hadirnya produk finansial pendidikan tersebut dapat mempercepat peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Apalagi, Indonnesia disebut-sebut akan mengalami bonus demografi pada 2030.

“Selain alokasi dari APBN untuk pendidikan, perlu juga ada kredit tanpa bunga.  Karena pada 2030 jumlah angkatan kerja kita diperkirakan akan sangat besar. Ini adalah peluang-peluang yang harus dioptimalkan.”

Tag : bri
Editor : Farodlilah Muqoddam

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top