Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

MUI Kembangkan Gerakan Ekonomi Umat

Peningkatan kesejahteraan dan ekonomi masyarakat yang selama ini diharapkan datang dari skema triple down effect nyatanya tak pernah terjadi. Nyatanya kekayaan hanya berpusat pada kalangan konglomerat yang semakin harinya semakin kaya saja.
Ilman A. Sudarwan
Ilman A. Sudarwan - Bisnis.com 23 Maret 2018  |  00:27 WIB
Presiden Joko Widodo (kanan) didampingi Ketua MUI KH Maruf Amin (kedua kanan), Ketua Dewan Komisioner OJK (Otoritas Jasa Keuangan) Wimboh Santoso (ketiga kiri) serta Ketua Bank Wakaf Mikro Tanara Syamsudin (tengah) berdialog dengan petugas konter Bank saat Peluncuran Bank Wakaf Mikro Tanara di Serang, Banten, Rabu (14/3/2018). - ANTARA/Asep Fathulrahman
Presiden Joko Widodo (kanan) didampingi Ketua MUI KH Maruf Amin (kedua kanan), Ketua Dewan Komisioner OJK (Otoritas Jasa Keuangan) Wimboh Santoso (ketiga kiri) serta Ketua Bank Wakaf Mikro Tanara Syamsudin (tengah) berdialog dengan petugas konter Bank saat Peluncuran Bank Wakaf Mikro Tanara di Serang, Banten, Rabu (14/3/2018). - ANTARA/Asep Fathulrahman

Bisnis.com, JAKARTA - Peningkatan kesejahteraan dan ekonomi masyarakat yang selama ini diharapkan datang dari skema triple down effect nyatanya tak pernah terjadi.

Kekayaan hanya berpusat pada kalangan konglomerat yang semakin harinya semakin kaya saja.

Hal itu diungkapkan oleh Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ma'ruf Amin saat mendapatkan Lifetime Achievement Awards dari Obsession Awards 2018 di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Kamis (22/3/2018).

Amin mengatakan saat ini MUI tengah mengembangkan gerakan ekonomi umat untuk mengurangi masalah tersebut. "Kekayaan dari atas tidak pernah menetes ke bawah, sekarang kita harus membangun dari bawah, salah satunya dengan gerakan ekonomi umat," katanya.

Gerakan ekonomi umat, kata Amin, adalah salah satu dari tiga gerakan yang sedang difokuskan oleh MUI. Dua gerakan lainnya adalah mengembangkan Islam moderat yang toleran dan meningkatkan paradigma keislaman umat di Indonesia.

"Menjaga bangsa dan negara ini supaya tetap utuh, dan menjaga pranata lembaga kenegaraan supaya bangsa in tidak pecah. Persaudahraan sesama bangsa, memberdayakan umat," katanya.

Penghargaan yang didapatkannya diharapkan dapat menjadi pemicu kerja yang lebih keras lagi bagi dirinya sebagai ketua MUI maupun kepada MUI sebagai sebuah lembaga.

Penghargaan itu diberikan kepadanya karena dianggap dapat menjadi pemimpin umat Islam yang moderat di masa sekarang.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

mui
Editor : Fajar Sidik
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top