Bank Jatim Raup Untung Rp376,8 miliar di Kuartal I/2018

Berdasarkan laporan keuangan kuartal I/2018 PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk. (Bank Jatim) mencatat pertumbuhan laba sebesar 10,84% secara year on year menjadi Rp376,85 miliar dengan pertumbuhan aset sebesar 9,93% (yoy) menjadi Rp55,31 triliun.
Nirmala Aninda | 26 April 2018 16:11 WIB
Kegiatan di salah satu kantor cabang Bank Jatim. - Antara/Rosa Panggabean

Bisnis.com, JAKARTA - Berdasarkan laporan keuangan kuartal I/2018 PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk. (Bank Jatim) mencatat pertumbuhan laba sebesar 10,84% secara year on year menjadi Rp376,85 miliar dengan pertumbuhan aset sebesar 9,93% (yoy) menjadi Rp55,31 triliun.

Keuntungan tersebut ditopang oleh peningkatan dari segi kinerja kredit perseroan yang tumbuh sebesar 7,22% pada kuartal I/2018 menjadi Rp31,41 triliun.

Direktur Keuangan Bank Jatim Ferdian Timur Satyagraha mengatakan kredit di sektor konsumsi menjadi penyumbang tertinggi dari total portofolio kredit.

"Kredit di sektor konsumsi tumbuh 11,62% secara year on year atau sebesar Rp22,25 triliun," ujarnya dalam konferensi pers kinerja Bank Jatim di Jakarta, Kamis (26/4/2018).

Selain itu, kinerja himpunan dana pihak ketiga (DPK) Bank Jatim turut mengalami peningkatan sepanjang kuartal I/2018 sebesar 8,48% atau sebesar Rp45 triliun.

Menurut Ferdian, pertumbuhan tersebut mencerminkan kepercayaan masyarakat terhadap perseroan terus meningkat. Hal ini tercermin dari komposisi rasio CASA atau dana murah sebesar 69,57% dari total DPK.

Rasio keuangan Bank Jatim sampai dengan kuartal I/2018 menunjukkan tren positif dengan rasio Return on Equity (ROE) sebesar 21,5%, Net Interest Margin (NIM) sebesar 6,57%, dan Return on Asset (ROA) sebesar 3,88%.

"Bank Jatim juga berhasil melakukan efisiensi pada biaya operasional dibandingkan dengan pendapatan operasional (BOPO) dari 62,62% pada 2017 menjadi 59,88%," kata Ferdian.

Efisiensi tersebut dimungkinkan melalui strategi perseroan dalam mengembangkan layanan berbasis digital atau branchless banking yang saat ini terdiri dari 237 agen laku pandai dengan 2.660 nasabah.

Sampai dengan Maret 2018 jumlah jaringan Bank Jatim mencapai 1.617 titik layanan yang terdiri dari 1 kantor pusat, 48 kantor cabang, 167 cabang pembantu, 200 kantor kas, 191 kantor layanan syariah, 195 payment point, 88 kas mobil, 725 ATM, dan 2 CDM (cash deposit machine).

Sepanjang tahun ini Bank Jatim telah menyusun sejumlah strategi bisnis untuk meningkatkan kinerja perseroan serta layanan kepada nasabah melalui tiga pendekatan yakni pengembangan electronic banking, penyaluran kredit program dan peningkatan DPK.

Selain mengembangkan layanan berbasis digital bagi nasabah melalui fitur transaksi seperti sms banking, internet banking, dan mobile banking, Bank Jatim juga bekerja sama dengan Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Timur untuk mengembangkan e-KD (Electronic Keuangan Daerah).

e-KD merupakan sistem terintegrasi yang bertujuan untuk menciptakan akuntabilitas dan transparansi keuangan daerah.

Bank Jatim juga akan melanjutkan program penyaluran kredit program hulu hilir bersama dengan Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Timur. Selain itu perseroan juga tetap menyalurkan kredit program Loan Agreement kepada pemilik Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di sektor industri primer dan sekunder.

"Guna meningkatkan DPK, perseroan akan meneruskan program tabungan Siklus Bunga Plus dan giro plus serta mengadakan promosi untuk tabungan Siklus Valas, dan meningkatkan layanan Jatim Prioritas," ujar Ferdian.

Layanan Jatim Prioritas sampai dengan kuartal I/2018 menunjukkan pertumbuhan jumlah nasabah menjadi 3.836 nasabah dengan dana himpunan sebesar Rp2,37 triliun.

Tag : bank jatim
Editor : Hendri Tri Widi Asworo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top