Inovasi Baru, RUPST CIMB Niaga Terapkan Skema e-Voting

PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga) menerapkan inovasi baru dalam proses pemungutan suara pada Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) di Jakarta, Selasa (24/4/2018), yaitu dilakukan secara elektronik (e-voting).
Fahmi Achmad | 26 April 2018 19:29 WIB
Para pemegang saham PT CIMB Niaga Tbk., tengah melakukan e-voting dalam RUPST yang berlangsung di Jakarta, Selasa (24/4/2018) - Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA  — PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga) menerapkan inovasi baru dalam proses pemungutan suara pada Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) di Jakarta, Selasa (24/4/2018), yaitu dilakukan secara elektronik (e-voting).

Inovasi tersebut menjadikan CIMB Niaga sebagai perusahaan terbuka pertama di Indonesia yang menggunakan sistem e-voting dalam RUPST.

"Penerapan e-voting dalam RUPST yang pertama di Indonesia merupakan salah satu implementasi tata kelola perusahaan yang baik," kata Direktur Compliance, Corporate Secretary and Legal CIMB Niaga Fransiska Oei dalam siaran pers di Jakarta, Kamis (26/4/2018).

Sebagai bank swasta nasional terbesar kedua di Indonesia, CIMB Niaga selalu berkomitmen menjadi institusi perbankan yang konsisten menerapkan tata kelola perusahaan yang baik di semua tingkatan organisasi secara berkelanjutan, sesuai dengan standar nasional maupun regional.

Fransiska menjelaskan, dalam sistem e-voting pemungutan suara dilakukan secara individual dan langsung oleh masing-masing pemegang saham melalui layar sentuh yang disediakan. Hal itu sekaligus menjaga kerahasiaan dalam pemungutan suara  dengan baik.

Penggunaan sistem e-voting, lanjut Fransiska, membuat proses pengambilan keputusan melalui pemungutan suara pada RUPST menjadi lebih cepat, efisien, transparan, dan independen.

Rekapitulasi hasil perhitungan suara yang diberikan pemegang saham secara kumulatif dapat disaksikan langsung secara real time oleh seluruh peserta RUPST melalui big screen dalam ruang rapat. Adapun validasinya dilakukan oleh Notaris dan Biro Administrasi Efek selaku pihak independen.

"Bagi kami, implementasi corporate governance merupakan suatu keharusan yang terus ditingkatkan dari waktu ke waktu guna menjaga transparansi dan akuntabilitas pengelolaan perseroan secara berkelanjutan kepada publik dan seluruh pemangku kepentingan," ujar Fransiska.

Untuk diketahui, RUPST CIMB Niaga telah menyetujui sejumlah agenda.

RUPST menyetujui Laporan Tahunan dan mengesahkan Laporan Keuangan Tahunan Konsolidasian CIMB Niaga tahun buku 2017 serta menerima baik
laporan pengurusan Direksi dan tugas pengawasan Dewan Komisaris termasuk Dewan Pengawas Syariah CIMB Niaga tahun buku 2017.
Para pemegang saham juga menyetujui pembagian dividen tunai setinggi-tingginya sebesar 20% atau setinggi-tingginya Rp595,5 miliar dari laba bersih CIMB Niaga tahun buku 2017. Dividen tunai tersebut akan dibayarkan pada 24 Mei 2018.

Dari sisi susunan pengurus, RUPST menyetujui pengangkatan kembali John Simon selaku Direktur CIMB Niaga dan David Richard Thomas sebagai Komisaris CIMB Niaga.

RUPST bank swasta nasional terbesar kedua di Indonesia ini juga menyetujui rencana aksi (recovery plan) yang telah disusun dan disampaikan perseroan kepada OJK. Rencana aksi tersebut meliputi; pertama, penerbitan instrumen keuangan seperti subordinated bonds yang memiliki karakteristik modal dengan fitur write-down melalui penawaran umum. Kedua, penerbitan instrumen hutang atau investasi yang memiliki karakteristik modal dengan fitur konversi melalui penawaran umum.

Di samping keputusan tersebut, dalam agenda RUPST lainnya juga dilaporkan, perseroan telah melaksanakan pembelian kembali saham perseroan (share buy back) sebanyak 208.216.392 saham dari publik. Adapun total biaya untuk aksi ini sebesar Rp261,87 miliar.

Hasil dari pembelian kembali saham perseroan akan digunakan untuk loyalty program berbasis saham dalam program kepemilikan saham karyawan dan manajemen. Kami membagikan Saham Penghargaan (Employee Share Grant) sekitar 12 juta saham (5,7%) yang akan direalisasikan seluruhnya kepada karyawan pada tahun ini.

Selain itu, perseroan juga memberikan hak opsi untuk membeli saham bagi karyawan dan manajemen (MESOP) sekitar 196,2 juta saham (94,3%). Hal ini akan direalisasikan secara bertahap, yaitu sebesar 40% pada 2018, 30% pada 2019, dan 30% pada 2020.

Tag : cimb niaga
Editor : Fahmi Achmad

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top