Rencana Demo Pilot Garuda, Kementerian BUMN Diminta Evaluasi Direksi

Rencana mogok Asosiasi Pilot Garuda (APG) dan Serikat Bersama Serikat Karyawan Garuda Indonesia disayangkan oleh Anggota Komisi V DPR RI Bambang Haryo Soekartono
Fariz Fadhillah | 07 Mei 2018 14:00 WIB

Bisnis.com, BALIKPAPAN- Rencana mogok Asosiasi Pilot Garuda (APG) dan Serikat Bersama Serikat Karyawan Garuda Indonesia disayangkan oleh Anggota Komisi V DPR RI Bambang Haryo Soekartono. 

"Kementerian BUMN perlu mengevaluasi direksi PT Garuda Indonesia [Persero] dengan SDM yang kompeten di bidang penerbangan guna menyelamatkan maskapai pelat merah tersebut," jelas anggota komisi bidang perhubungan, komunikasi, pekerjaan umum, perumahan rakyat, pembangunan pedesaan, dan kawasan tertinggal itu dalam keterangan resmi kepada Bisnis, Senin (7/5/2018) pagi.

Maskapai penerbangan Garuda Indonesia merupakan perusahaan penerbangan national flag carrier yang sedang berusaha keluar dari keterpurukan masalah keuangan.

Bambang mengatakan keliru dan berbahaya jika perusahaan transportasi dikelola oleh orang-orang yang tidak paham transportasi. 

"Perusahaan transportasi tidak sekadar mencari untung, tetapi bertanggung jawab atas nyawa publik yang diangkutnya,” jelasnya. 

Evaluasi, ujar Bambang mendesak untuk segera dilakukan. Hal yang mendasari evaluasi perlu dilakukan adalah Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Garuda Indonesia April lalu yang menghapuskan dua posisi, yakn direktur operasi dan direktur teknik. 

Kedua pos ini dianggap krusial bagi perusahaan transportasi penumpang karena bersinggungan langsung dengan kinerja perawatan pesawat, dan kelancaran operasional pelayanan. 

"Meski akhirnya kedua posisi itu kembali menempati formasi tetapi ini sebuah keteledoran dan fatal," kata dia. 

Menurutnya, penunjukan kembali kedua direktur tersebut janggal mengingat tanpa mekanisme RUPS, melainkan keputusan direktur utama.

Penghapusan kedua posisi penting itu akan menganulir Airport Operating Certificate (AOC) karena melanggar peraturan Undang-Undang No 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan dan peraturan Menteri Perhubungan.

"Kementerian Perhubungan juga harus turun mengawasi Garuda Indonesia agar mematuhi semua regulasi penerbangan, termasuk ketentuan mengenai kualifikasi sumber daya manusia," jelas dia. 

Garuda Indonesia merupakan maskapai full service dan flag carrier yang diandalkan pelaku bisnis dan aparat pemerintah untuk transportasi. 

"Penggerak ekonomi dan birokrasi negara, perlu dijamin juga keselamatannya,” tuturnya.  

OPERASIONAL PELAYANAN AMAN

Rencana aksi mogok oleh Asosiasi Pilot Garuda (APG) dan Serikat Bersama Serikat Karyawan Garuda Indonesia dipastikan tak berdampak pada operasional pelayanan di Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan.  

"Penerbangan dari dan ke Balikpapan tidak berperangaruh, saat ini semua masih normal," terang  General Manager Garuda Indonesia cabang Balikpapan Boydike, akhir pekan lalu.  

Diketahui saat ini, Garuda Indonesia dari Balikpapan melayani total 17 penerbangan setiap hari.

Di antaranya delapan kali penerbangan ke Jakarta, dua kali penerbangan ke Berau dan satu kali penerbangan masing-masing ke Tarakan, Banjarmasin, Jogja, Makassar, Palangkaraya dan Pontianak. 

Tag : garuda indonesia, pilot
Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top