Visa : Masyarakat Indonesia Siap Hidup Sehari Tanpa Uang Tunai

Dini Hariyanti | 23 Mei 2018 18:37 WIB
Visa Paywave - usa.visa.com

Bisnis.com, JAKARTA — PT Visa Worldwide Indonesia baru merilis hasil survei bertajuk Consumer Payment Attitudes. Salah satu hasil yang paling mencolok ialah bahwa 76% responden mengaku siap hidup tanpa uang tunai selama 24 jam.

Studi Visa Consumer Payment Attitudes mengklaim bahwa perkembangan teknologi dan inovasi mendorong konsumen di Tanah Air lebih mengutamakan pembayaran elektronik sehari-harinya dibandingkan dengan transaksi tunai. Kajian ini juga menyatakan, delapan dari sepuluh responden di Indonesia berbelanja daring setidaknya sebulan sekali.

Presiden Direktur PT Visa Worldwide Indonesia Riko Abdurrahman mengatakan, konsumen di Indonesia mencari solusi-solusi pembayaran yang inovatif untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Masyarakat Indonesia semakin dekat dengan teknologi digital dan mereka menginginkan belanja dengan seketika serta aman, kapanpun, di manapun. Ini sejalan menuju masyarakat tanpa uang tunai atau cashless society,” tuturnya, di Jakarta, Rabu (23/5/2018).

Kajian yang dilakukan Visa juga menemukan bahwa hampir separuh dari responden menginginkan Indonesia menjadi negara tanpa uang tunai. Visa juga mengklaim bahwa 85% responden di Indonesia melakukan pembayaran digital menggunakan ponsel untuk berbagai kebutuhan. Selain itu, 75% responden Indonesia juga didapati menggunakan ponsel untuk mengakses layanan perbankan setidaknya sepekan sekali.

Pada sisi lain, diketahui pula bahwa enam dari sepuluh responden Indonesia mengakui bahwa jumlah kartu pembayaran yang dimiliki saat ini lebih banyak ketimbang dua tahun lalu. Selain itu, semakin sedikit masyarakat Indonesia yang masih membawa uang tunai karena mereka sudah berpindah ke pembayaran elektronik serta mulai meninggalkan uang tunai, merekapun lebih aman menggunakan kartu pembayaran.

“Studi Visa ini menunjukkan bahwa konsumen Indonesia melangkah lebih maju menuju masyarakat tanpa tunai. Dalam rangka mendukung ekonomi digital di Indonesia, kami terus mendorong pertumbuhan pembayaran elektronik,” ujar Riko. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
visa, Transaksi Nontunai

Editor : Farodlilah Muqoddam

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top