Laba Tergerus, Asuransi Umum Masih Dibayangi Problem Engineering Fee

Problem tambahan biaya akuisisi yang sering disematkan pada engineering fee dinilai juga masih berpotensi menjadi faktor penyebab tertekannya laba industri asuransi umum hingga April 2018.
Oktaviano DB Hana | 29 Mei 2018 21:16 WIB
Karyawan berdiri di dekat logo beberapa perusahaan asuransi di kantor Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) di Jakarta. - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA – Problem tambahan biaya akuisisi yang sering disematkan pada engineering fee dinilai juga masih berpotensi menjadi faktor penyebab tertekannya laba industri asuransi umum hingga April 2018.

Presiden Direktur PT Asuransi Wahana Tata (Aswata) Christian Wanandi mengatakan biaya tambahan yang jumlah signifikan tersebut memang masih sangat berpengaruh dalam upaya asuransi umum untuk membukukan margin keuntungan.

“Untuk laba, ya, kemungkinan besar engineering fee dan biaya akusisi yang sangat besar,” ungkapnya kepada Bisnis, Selasa (29/5/2018).

Per April 2018, total laba setelah pajak industri asuransi umum menurun 6,95%, kendati premi bruto bertumbuh sekitar 15,12% pada April 2018.

Data Otoritas Jasa Keuangan tentang statistik asuransi per April 2018 menunjukkan total akumulasi laba setelah pajak sektor jasa keuangan non bank ini mencapai Rp1,46 triliun.

Nilai itu menurun sekitar 6,95% (year-on-year/yoy) dari laba setelah pajak industri pada April 2017 yang mencapai Rp1,57 triliun.

Pada periode yang sama, relisasi premi bruto industri asuransi umum mencapai Rp19,36 triliun. Realisasi itu meningkat 15,1% (yoy)lantaran pada periode yang sama tahun lalu premi bruto industri tercatat senilai Rp16,82 triliun.

Tag : asuransi umum
Editor : Anggi Oktarinda

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top