Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BMRI Targetkan Kredit ke Migas Tumbuh 5% - 10%

Selain pertambangan batu bara, industri hulu migas juga kerap dipandang sebagai lapangan usaha yang berisiko tinggi. Tapi, tak lantas bank enggan menyalurkan kredit ke sektor ini, seperti diutarakan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
Dini Hariyanti
Dini Hariyanti - Bisnis.com 05 Juni 2018  |  00:16 WIB
BMRI Targetkan Kredit ke Migas Tumbuh 5% - 10%
Layanan nasabah di kantor cabang PT Bank Mandiri, di Jakarta. - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA -- Selain pertambangan batu bara, industri hulu migas juga kerap dipandang sebagai lapangan usaha yang berisiko tinggi. Tapi, tak lantas bank enggan menyalurkan kredit ke sektor ini, seperti diutarakan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

SVP Credit Portofolio Risk Bank Mandiri Setiyo Wibowo berpendapat bahwa sektor hulu migas saat ini bisa dibilang netral lantaran harga minyak bumi membaik dan cukup stabil. “Bahkan tahun ini kami harapkan kredit ke hulu migas bisa tumbuh 5% sampai 10%,” ucapnya kepada Bisnis, Senin (4/6/2018).

Sampai pengujung kuartal pertama tahun ini, emiten berkode saham BMRI tersebut merealisasikan penyaluran kredit ke hulu migas sekitar Rp25 triliun. Bank Mandiri memilih untuk tidak pukul rata menyikapi risiko kredit pertambangan hulu migas.

Optimistis target pertumbuhan kredit ke hulu migas dapat tercapai maka strategi yang diterapkan BMRI, yakni dengan menelaah secara mendalam kinerja bisnis korporasi yang akan menjadi calon debiturnya. “Kami sudah identifikasi kriteria yang aman seperti apa dan yang tinggi seperti apa,” kata Setiyo.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bank mandiri
Editor : Martin Sihombing

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top