Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Kredit Konsumer BRI & BCA Tumbuh Dua Digit

Sejumlah bank menyatakan kinerja segmen konsumsi masih positif dalam paruh pertama tahun 2018. Hal itu salah satunya disampaikan oleh PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. dan PT Bank Central Asia Tbk.
Petugas mengangkut tumpukan uang kertas pada bagian pelayanan perkasan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Jawa Timur, di Surabaya, Jawa Timur, Rabu (7/6)./Antara-Moch Asim
Petugas mengangkut tumpukan uang kertas pada bagian pelayanan perkasan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Jawa Timur, di Surabaya, Jawa Timur, Rabu (7/6)./Antara-Moch Asim

Bisnis.com, JAKARTA – Sejumlah bank menyatakan kinerja segmen konsumsi masih positif dalam paruh pertama tahun 2018. Hal itu salah satunya disampaikan oleh PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. dan PT Bank Central Asia Tbk.

Dua bank besar dari kategori permodalan inti di atas Rp30 triliun atau bank umum kelompok usaha (BUKU) IV itu mampu mencatatkan pertumbuhan kredit konsumsi dua digit.

Direktur Consumer Banking BRI Handayani menyebutkan kenaikan kredit konsumsi dalam lima bulan pertama tahun ini hampir mencapai 20%.

Adapun, kenaikan tersebut didukung oleh pertumbuhan dari subsegmen pembiayaan berbasis payrol serta kredit otomotif.

“Kredit konsumer per Mei masih dua digit, di kisaran 19%. Penopang kenaikannya dari tiga produk kami yang tumbuh sangat baik, baik Briguna yang berbasis payrol, KPR [kredit pemilikan rumah] dan juga KKB [kredit kendaraan bermotor],” kata Handayani saat ditemui di kompleks DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (5/6/2018).

Handayani menyebutkan permintaan untuk KKB masih cukup kencang pada pekan-pekan awal Juni. Akan tetapi, dia memprediksi permintaan akan mulai melambat pada akhir bulan ini, akibat adanya libur panjang akhir tahun dan juga libur Idulfitri.

Menjelang libur panjang, BRI juga berinsiatif untuk memberikan himbaun kepada para nasabah kredit, khususnya pembiayaan menggunakan kartu, untuk membayar cicilan sebelum libur.

“Kami biasanya pakai reminder sekitar 5 hari sebelum jatuh tempo supaya mereka menyiapkan dananya agar kartunya tidak terblokir,” tuturnya.

Sementara itu, Direktur Bank BCA Santoso mengungkapkan pihaknya memang sengaja menggenjot penyaluran kredit pada semua segmen sejak awal tahun.

Dia beralasan, kondisi ekonomi Indonesia akan menjadi lebih tidak pasti pada semester II/2018 dengan adanya Pilkada serentak serta efek perkembangan global.

“Kami ngebut di awal tahun sampai dengan Lebaran. Kami masih wait and see untuk kondisi setelah Lebaran karena kita tahun kita berhadapan dengan tahun Pilkada serta faktor kenaikan kurs yang tidak termitigasi,” ungkapnya.

Corporate Secretary Bank BCA Jan Hendra menambahkan sampai akhir kuartal I/2018 segmen konsumer juga mampu naik dua digit.

Kinerja pada bidang tersebut menjadi salah satu penopang kredit perseroan yang mampu tumbuh 15% secara year on year yakni dari Rp408,76 triliun menjadi Rp470 triliun. “Konsumer tumbuh 10%,” kata Jan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Ropesta Sitorus
Editor : Fajar Sidik
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper