Beda Pandangan Dengan Trump, Mnuchin Enggak Masalah Suku Bunga Naik

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump telah berulang kali mengeluarkan kritiknya terhadap kenaikan suku bunga AS. Berulang kali pula Menteri Keuangan Steven Mnuchin memperdengarkan pendapat berbeda dengan bosnya itu.
Renat Sofie Andriani | 30 Juli 2018 10:45 WIB
Ivanka Trump dan Menteri Keuangan AS Steve Mnuchin - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump telah berulang kali mengeluarkan kritiknya terhadap kenaikan suku bunga AS. Berulang kali pula Menteri Keuangan Steven Mnuchin memperdengarkan pendapat berbeda dengan bosnya tersebut.

Pada Minggu (29/7/2018) waktu setempat, Mnuchin mengisyaratkan bahwa tidak ada masalah bagi Federal Reserve untuk menaikkan suku bunga, mengingat ekonomi tumbuh lebih cepat dan inflasi meningkat.

“The Fed telah menargetkan inflasi 2%. Jelas, dengan inflasi 2% kita harus memiliki suku bunga yang setidaknya sedikit lebih tinggi untuk melaluinya,” ucap Mnuchin kepada Fox News Sunday, dikutip Bloomberg.

Gubernur The Fed Jerome Powell beserta jajaran pembuat kebijakan diperkirakan akan mempertahankan suku bunga acuannya dalam pertemuan kebijakan moneter berkala yang digelar pekan ini.

Pada bulan Juni, The Fed telah menaikkan Fed Funds Rate (FFR) ke kisaran 1,75%-2% serta memperkirakan dua kenaikan tambahan untuk paruh kedua tahun ini.

Komentar Mnuchin muncul tak lama setelah Trump kembali menyuarakan pendapatnya tentang kebijakan The Fed dan kenaikan suku bunga AS pada khususnya.

Hal ini mendorong kekhawatiran di antara para ekonom mengenai kebebasan bank sentral AS tersebut untuk melaksanakan kebijakan moneter tanpa campur tangan politik.

“Saya tidak senang. Karena [suku bunga] naik dan setiap kali naik, mereka [The Fed] ingin menaikkan suku bunga lagi. Saya tidak gembira tentang hal ini. Tetapi pada saat yang sama saya membiarkan mereka melakukan apa yang mereka pikir baik dilakukan,” tutur Trump dalam wawancara di CNBC belum lama ini.

Trump mengkhawatirkan potensi dampak kenaikan suku bunga dan penguatan dolar AS terhadap ekonomi Negeri Paman Sam dan daya saing perusahaan Amerika. Ia berdalih jika penguatan dolar AS justru akan menempatkan AS pada posisi yang kurang menguntungkan.

Terlepas dari komentar berbeda mengenai kenaikan suku bunga AS, Mnuchin bersikeras bahwa Trump menghormati independensi The Fed, walaupun memiliki kekhawatiran tentang kenaikan suku bunga.

“Kami sebagai pemerintah benar-benar mendukung kebebasan The Fed,” tegas Mnuchin.

Menyadari ekspektasi pasar keuangan atas berlanjutnya kenaikan suku bunga, Mnuchin berkata, “Satu-satunya pertanyaan adalah sejauh mana dan untuk berapa lama mereka akan menaikkannya. Kami pikir The Fed akan sangat berhati-hati dalam mengelola ekonomi,” tambah Mnuchin.

Bukan Pertama Kali

Kritik Trump tentang kekuatan dolar AS pada pertengahan Juli lalu bukan yang pertama kali dilancarkannya. Dalam wawancara dengan The Wall Street Journal pada April 2017, ia menilai penguatan dolar AS bisa merugikan perekonomian Negeri Paman Sam.

Dolar AS, yang telah meningkat bersamaan dengan prospek kenaikan suku bunga acuan, dinilai akan membebani keuntungan perusahaan multinasional AS saat menguat. Trump juga mengatakan ingin melihat suku bunga AS tetap rendah.

Namun, kepada Financial Times, Mnuchin menyatakan bahwa penguatan greenback adalah suatu hal yang baik dan bahwa pernyataan Presiden Trump kala itu terhadap dolar hanya bersifat sementara. Ia juga menolak gagasan bahwa Trump berusaha menjatuhkan dolar AS.

“Mnuchin mungkin bermaksud untuk melakukan penyesuaian pada komentar Trump terhadap mata uang yang dianggap terlalu berlebihan, dengan menerima bahwa penguatan dolar memiliki dampak positif bagi kepentingan nasional AS,” kata Toshihiko Matsuno, Analis Senior SMBC Friend Securities Co, dikutip Bloomberg.

Tag : Donald Trump
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top