Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Efek Tren Kenaikan Suku Bunga, Kredit Konsumsi Bakal Melambat

Tren kenaikan suku bunga oleh Bank Indonesia diprediksi akan sedikit memukul kinerja kredit konsumsi yang umumnya menjadi andalan perbankan dalam mendulang cuan.
Ipak Ayu H Nurcaya
Ipak Ayu H Nurcaya - Bisnis.com 29 Agustus 2018  |  18:39 WIB
Suku bunga naik - ilustrasi
Suku bunga naik - ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA — Tren kenaikan suku bunga oleh Bank Indonesia diprediksi akan sedikit memukul kinerja kredit konsumsi yang umumnya menjadi andalan perbankan dalam mendulang cuan.

Adapun posisi dari rapat dewan gubernur terakhir, suku bunga acuan saat ini sebesa 5,50, suku bunga Deposit Facility 4,75%, dan suku bunga Lending Facility 6,25%. Kenaikan suku bunga acuan tersebut diyakini bank sentral guna menjaga daya tarik pasar keuangan domestik dan mengendalikan defisit transaksi berjalan dalam batas aman.

Ekonom PT Bank Central Asia Tbk. David E. Sumual memprediksi kekhawatiran para perbankan akan kinerja kredit konsumsi belum sepenuhnya benar. Pasalnya, ke depan kinerja kredit konsumsi masih berdasarkan segmen.

Pada kredit konsumsi kelas tinggi biasanya hanya ada dua produk yakni kepemilikan properti dan kredit kendaraan bermotor. Selebihnya, kredit kecil seperti cicilan tanpa agunan dan sejenisnya.

“Kalau yang kepemilikan properti sebelum ada kenaikan suku bunga kan juga memang sudah melambat, jadi proyeksinya masih akan sama untuk yang segmen atas atau mulai Rp1 miliar akan lebih lambat sementara yang Rp500 jutaan ke bawah akan masih baik,” katanya, Rabu (29/8/2018).

Pasalnya, kredit untuk produk khususnya rumah atau kendaraan bermotor di bawah Rp500 juta masih menjadi kebutuhan yang harus dipenuhi konsumen.

Sehingga David memastikan dalam jangka pendek kinerja kredit konsumsi belum sepenuhnya akan bergejolak turun bahkan diproyeksi masih moderat. Apalagi Bank Sentral melakukan kenaikan suku bunga secara perlahan tidak drastis seperti negara lain.

Menurutnya, dengan kondisi ini perbankan tidak perlu serta merta mengubah fokus pola kompetensi inti untuk menambal penurunan kinerja kredit konsumsi.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

perbankan
Editor : Fajar Sidik

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top