Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Bank Mantap Raup Suntikan Modal Rp500 Miliar

Pemegang saham pengendali PT Bank Mandiri Taspen (Bank Mantap) sepakat untuk memperkuat struktur permodalan perseroan dengan menambah modal sebesar Rp500 miliar.
Nirmala Aninda
Nirmala Aninda - Bisnis.com 18 Desember 2018  |  21:39 WIB
Bank Sinar berganti nama menjadi Bank Mantap - Bisnis.com/Kristianto
Bank Sinar berganti nama menjadi Bank Mantap - Bisnis.com/Kristianto

Bisnis.com, JAKARTA – Pemegang saham pengendali PT Bank Mandiri Taspen (Bank Mantap) sepakat untuk memperkuat struktur permodalan perseroan dengan menambah modal sebesar Rp500 miliar.

Nilai investasi yang dikucurkan oleh PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. sebesar Rp255 miliar dan Rp242 miliar dari PT Taspen (Persero) yang bertujuan untuk mendorong Bank Mantap dalam meningkatkan akses jaringan layanan dan melakukan inovasi produk yang lebih baik.

Pada saat yang sama, Bank Mandiri dan Taspen sebagai pemegang saham pengendali, melakukan transaksi jual beli saham sebesar 8,39% dari total saham yang ditempatkan senilai Rp404,4 miliar yang dibayarkan oleh Taspen.

Dengan demikian, struktur kepemilikan saham Bank Mandiri di Bank Mantap menjadi 51,05% dari 59,44%, sedangkan kepemilikan Taspen menjadi 48,39% dari 40%. Adapun, kepemilikan saham milik Ida Bagus Made Putra tidak mengalami perubahan.

Perubahan komposisi ini diharapkan dapat memperkuat komitmen dari pemegang saham pengendali untuk terus memajukan Bank Mantap.

Wakil Direktur Utama Bank Mandiri Sulaiman A. Arianto mengatakan, penambahan modal ini dibutuhkan untuk mengimbangi pertumbuhan bisnis Bank Mantap yang pesat. Pertumbuhan aset Bank Mantap pada 2017 mencapai 85% secara tahunan dengan rasio kredit bermasalah (non-performing loans/NPL) terjaga kurang dari 0,7%.

"Penguatan modal ini dapat meningkatkan kemampuan Bank Mantap untuk mengoptimalkan potensi pasar yang masih sangat besar sehingga mampu mendorong bisnis perseroan," ujarnya saat ditemui di Jakarta, Rabu (18/12).

Berdasarkan total modal inti yang tercatat per September 2018 sebesar Rp1,67 triliun, Bank Mantap merupakan bank umum kegiatan usaha (BUKU) II. Dengan penambahan modal ini rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) perseroan meningkat menjadi 19,83%.

Direktur Utama Taspen Iqbal Latanro mengungkapkan, alasan pihaknya menambah komposisi kepemilikan saham di Bank Mantap adalah untuk mendorong kinerja bank serta meningkatkan kesejahteraan pensiunan.

"Kami harapkan dengan penambahan modal ini kesejahteraan ASN [aparat sipil negara] dapat meningkat melalui program pembiayaan perumahan untuk ASN dan kredit pensiunan yang dilakukan oleh Bank Mantap," ujar Iqbal.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama Bank Mantap Josephus K. Triprakoso mengatakan sampai dengan Oktober 2018 total aset perseroan tercatat mencapai Rp18,56 triliun atau tumbuh sekitar 45,8% secara tahunan jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Realisasi penyaluran kredit Bank Mantap per Oktober 2018 tercatat tumbuh 53,5% secara tahunan menjadi sebesar Rp14,76 triliun.

"Khusus untuk kredit pensiunan realisasi mencapai Rp13,2 triliun dengan persentase pertumbuhan sebesar 75,7% secara tahunan," kata Josephus. 

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Bank Mantap
Editor : Hendri Tri Widi Asworo
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top