Kembangkan Homestay di Desa Wisata Samiran, SMF Rangkul BUMDes

PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) menandatangani perjanjian kerja sama penyaluran pembiayaan homestay dengan Badan Usaha Milik Desa (BumDes) di Desa Wisata Samiran, Kecamatan Selo, Boyolali, Jawa Tengah.
Anggi Oktarinda | 11 Februari 2019 11:52 WIB
Direktur PT SMF Trisnadi Yulrisman (ketiga kanan) dan Ketua BUMDes Samiran Widodo, disaksikan oleh Direktur Utama Ananta Wiyogo (Kedua Kanan) dan Direktur Heliantopo (kanan), menandatangani nota kesepahaman untuk penyaluran pembiayaan homestay di Desa Samiran, Selo, Boyolali, Jawa Tengah, Senin (11/2/2019). - Bisnis/Anggi Oktarinda

Bisnis.com, BOYOLALI -- PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) menandatangani perjanjian kerja sama penyaluran pembiayaan homestay dengan Badan Usaha Milik Desa (BumDes) di Desa Wisata Samiran, Kecamatan Selo, Boyolali, Jawa Tengah.

Total pembiayaan yang disediakan senilai Rp700 juta untuk periode 2019. Direktur Utama Sarana Multigriya Finansial (SMF) Ananta Wiyogo mengatakan pembiayaan homestay merupakan salah satu inisiatif yang dilakukan perseroan tahun ini, sebagai bagian dari komitmen membantu program pemerintah mengembangkan destinasi wisata nasional.

"Kami hadir atas perintah pemegang saham, perintah langsung dari Ibu Menkeu Sri [Sri Mulyani Indrawati], untuk membantu menyediakan pembiayaan untuk homestay," ujarnya di sela-sela acara penandatangan kerja sama antara SMF dan BUMDes Samiran di Selo, Boyolali, Jawa Tengah, Senin (11/2/2019).

Penandatanganan dilakukan langsung oleh Direktur SMF Trisnadi Yulrisman dan pejabat BumDes Samiran.

SMF, lanjut Ananta, berperan memberikan fasilitas pendanaan dan memberikan pendampingan kepada penyalur kredit serta menyediakan sistem pendukung penyaluran kredit.
Dia berharap plafon pembiayaan tersebut dikelola dan digulirkan dengan oleh BUMDes Samiran sehingga membawa dampak ekonomi bagi warga setempat.

Lebih lanjut, Ananta juga mengingatkan BUMDes Samiran untuk melaksanakan good governance dalam pengelolaan dana pembiayaan.

"Governance dikelola dengan baik, tidak disalahgunakan. Jika dikelola dengan baik, banyak turis datang, menginap, sehingga memberikan dampak positif untuk warga di sini. Itu intinya," tuturnya.

SMF berharap masyarakat dapat memanfaatkan pembiayaan homestay ini untuk membangun/memperbaiki kamar rumah yang akan disewakan kepada wisatawan sehingga dapat mendatangkan penghasilan bagi pemilik dan menciptakan lapangan kerja.

"Mungkin 1-2 bulan ke depan, kami akan hadir lagi untuk melihat perkembangannya," tambah Ananta.

Desa Samiran merupakan salah satu dari sejumlah destinasi wisata prioritas yang akan dikembangkan oleh SMF melalui pembiayaan homestay. Siang nanti, perseroan akan melanjutkan perjalanan ke Desa Wisata Nglanggeran, Gunung Kidul, Yogyakarta.

Selain di DI Yogyakarta dan Jawa Tengah, sepanjang 2019, SMF akan memberikan pembiayaan homestay untuk tiga destinasi wisata lainnya yakni Labuan Bajo, Danau Toba, dan Mandalika. Secara keseluruhan, perseroan berencana menyalurkan pembiayaan untuk 305 unit homestay.

Tahun ini, SMF juga akan menjalankan pembangunan rumah di daerah kumuh di 32 kota dan meluncurkan program KPR SMF pascabencana. Sebagai pilot project, SMF akan memulainya di Nusa Tenggara Barat (NTB) kepada sebanyak 3.000 Aparatur Sipil Negara (ASN).

Ketua BUMDes Samiran Widodo menyebutkan pihaknya akan bersinergi dengan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) untuk menyalurkan pembiayaan dari SMF kepada para pengelola homestay di daerah tersebut. Dia juga mengharapkan adanya pembinaan dan pengawalan lebih lanjut untuk menggulirkan dana yang diterima secara tepat guna.

"Bagi kami, ini program yang sangat dahsyat sehingga kami sangat membuka lebar masukan dan nasihat bagi kami dalam pengelolaan dana pembiayaan ini. Kami juga mengharapkan monitoring sehingga pada saat pengguliran dana akan berjalan lancar," terang Widodo.

Tag : sarana multigriya finansial, DESA WISATA
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top