Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Asuransi Properti dan Kendaraan Dongkrak Pertumbuhan Industri

Bisnis.com, JAKARTA – Pendapatan premi industri asuransi umum pada 2018 tercatat senilai Rp69,8 triliun, tumbuh 9,8% dibandingkan dengan 2017 yang senilai Rp63,6 triliun.
Leo Dwi Jatmiko
Leo Dwi Jatmiko - Bisnis.com 20 Februari 2019  |  21:31 WIB
Direktur Eksekutif Asosiasi Asuransi Umum Indonesia Dody AS Dalimunthe (kiri), menjawab pertanyaan didampingi Ketua Bidang Statistik, Riset, Analisa, TI dan Aktuaria Trinita Situmeang. - JIBI
Direktur Eksekutif Asosiasi Asuransi Umum Indonesia Dody AS Dalimunthe (kiri), menjawab pertanyaan didampingi Ketua Bidang Statistik, Riset, Analisa, TI dan Aktuaria Trinita Situmeang. - JIBI

Bisnis.com, JAKARTA – Pendapatan premi industri asuransi umum pada 2018 tercatat senilai Rp69,8 triliun, tumbuh 9,8% dibandingkan dengan 2017 yang senilai Rp63,6 triliun.

Ketua Bidang Statistik, Riset, Analisa dan Aktuaria AAUI Trinita Situmeang mengatakan, asuransi kendaraan dan asurani harta benda menjadi kontributor terbesar dalam pertumbuhan premi dengan perolehan Rp18,67 triliun dan Rp19,03 triliun.

Trinita menuturkan pertumbuhan asuransi kendaraan linier dengan pertumbuhan penjualan kendaraan motor dan mobil. Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia dan Asosiasi Independen Surveyor Indonesia (AISI) penjualan kendaraan roda dua tumbuh 8,44% secara tahunan menjadi 6,38 juta unit pada 2018. Adapun penjualan mobil 1,15 juta unit atau tumbuh 6,74% secara tahunan.

Adapun untuk asuransi harta benda atau properti, kata Trinita, terdorong oleh peningkatan performa baik komersial maupun residensial. Berdasarkan data Survei Harga Properti Resindensial Bank Indonesia, untuk komersial, lahan industri tumbuh 10,38% secara tahunan, kemudian apartemen tumbuh 9,81% secara tahunan dan perkantoran tumbuh 5,21% yoy,

“Dari sisi komersial, peningkatan supply  didorong oleh segmen lahan industri, kemudian dari sisi resindensial didorong oleh segmen rumah tipe menengah yang tumbuh 3,5%,” kata Trini di Jakarta, Rabu (20/2/2019).

Trinita menambahkan pertumbuhan premi pada kuartal IV/2018 juga didorong oleh pertumbuhan asuransi kredit dari Rp5,16 triliun menjadi Rp7,86 triliun atau tumbuh 52,2%.

Dia menerangkan pertumbuhan asuransi kredit di dorong oleh komitmen pemerintah dalam penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) dan pertumbuhan kredit perbankan yang  tumbuh positif sejalan dengan pertumbuhan ekonomi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

asuransi umum
Editor : Anggi Oktarinda
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top