Indonesia Eximbank Kembangkan Pusat Data Ekspor Nasional

Bisnis.com, JAKARTA -- Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Indonesia Eximbank bersama dengan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) dan University Network for Indonesia Export Development (UNIED) meresmikan pusat data ekspor atau National Expert Dashboard (NED).
Nindya Aldila
Nindya Aldila - Bisnis.com 27 Februari 2019  |  23:08 WIB
Indonesia Eximbank Kembangkan Pusat Data Ekspor Nasional
Ilustrasi data center - Flickr

Bisnis.com, JAKARTA -- Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Indonesia Eximbank bersama dengan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) dan University Network for Indonesia Export Development (UNIED) meresmikan pusat data ekspor atau National Expert Dashboard (NED).

NED merupakan pusat informasi web-based yang menyediakan laporan dan prediksi kinerja ekspor. Acara ini juga dibarengi dengan pemaparan hasil kajian dari Indonesia Eximbank Institute dan Institut Pertanian Bogor (IPB) mengenai proyeksi ekspor berdasarkan 10 komoditas ekspor unggulan.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyampaikan LPEI merupakan special mission vehicle (SMV) di bawah Kementerian Keuangan yang memegang mandat untuk mendorong peningkatan ekspor melalui penyediaan pembiayaan, penjaminan, asuransi dan jasa konsultasi.

“Sehingga penting bagi LPEI untuk memahami kinerja ekspor suatu sektor. Sehingga kolaborasi LPEI, DJBC, dan UNIED menunjukkan sinergi untuk mendukung pembiayaan ekspor,” katanya, Rabu, (27/2/2019).

Lebih lanjut, Direktur Eksekutif Indonesia Eximbank Sinthya Roesly menyampaikan LPEI memiliki kepentingan untuk dapat mengetahui performa ekspor ke depan terutama di tengah tantangan ekspor.

LPEI adalah lembaga pemerintah yang dimandatkan untuk mendukung perkembangan ekspor.

“Tentunya diperlukan infrastruktur pendukung yang robust agar LPEI benar-benar dapat menjalankan fungsi dan peranannya. Melalui NED ini proses analisa lebih cepat, karena data sudah terintegrasi dan dalam bentuk infografis sehingga dapat mempercepat pengambilan keputusan bisnis,” ujarnya.

Kajian ini berbasis sumber data dan sebagian besar tersedia di dalam NED. Selanjutnya. Data ini diharapkan tidak hanya dimanfaatkan oleh internal LPEI, tetapi juga untuk lintas Kementerian dan Lembaga, asosiasi dan pelaku usaha serta akademisi dan mahasiswa, sehingga dapat menjadi salah satu referensi untuk perumusan kebijakan.“Ini merupakan kolaborasi dari ekosistem ekspor. Ini tahap awal untuk kami kembangkan agar dapat terintegrasi karena saat ini data ekspor impor masih tersebar di sana-sini,” ujarnya.

Chairman UNIED Arif Satria mengatakan perguruan tinggi diharapkan dapat berkontribusi terhadap perumusan kebijakan dalam pengembangan ekspor nasional.

Sepanjang 2018, LPEI telah bekerja sama menyusun sejumlah kajian di antaranya mengenai pengukuran dampak pengembangan pariwisata, pemanfaatan platform teknologi bagi UMKM berorientasi ekspor. Terdapat dua kajian yang telah didiskusikan dalam Indonesia Export Roundtable dalam bentuk makalah kebijakan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
indonesia eximbank

Editor : Anggi Oktarinda

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup