BRI Siapkan Rp150 Miliar untuk Kredit Mobil Listrik  

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. menyiapkan plafon pembiayaan kendaraan rendah emisi karbon atau mobil listrik sebanyak Rp100 miliar hingga Rp150 miliar pada tahun ini.
Muhammad Khadafi | 16 April 2019 08:45 WIB
Executive VP Bank BRI Sutadi (dari kiri), Kepala Seksi Sumber Daya Industri dan Sarana Prasarana Industri Kemenperin Andi Komara, Direktur Regional Jawa Bagian Barat PLN Hariyanto, Direktur BRI Handayani, Deputy Director Mercedes-Benz Distribution Indonesia Kariyanto dan Operation Manager BMW ASTRA Teguh Widodo menekan layar sentuh peluncuran program pembiayaan untuk mobil ramah lingkungan melalui KKB BRI di Jakarta, Senin (15/4/2019). - Bisnis/Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. menyiapkan plafon pembiayaan kendaraan rendah emisi karbon (low cabon emission vehicle/LCEV) sebanyak Rp100 miliar hingga Rp150 miliar. Jumlah tersebut akan berkontribusi sekitar 10% terhadap total kredit kendaraan bermotor (KKB) tahun ini.

Direktur Konsumer BRI Handayani mengatakan bahwa hal tersebut juga merupakan bentuk pemenuhan perusahaan terhadap sustainable finance atau keuangan berkelanjutan. “Tapi memang suplai [kendaraan listrik] masih terbatas, jadi agak sulit kami untuk mendorong pembiayaan lebih besar,” katanya di Jakarta, Senin (15/4/2019).

Seperti diketahui, Otoritas Jasa Keuangan (OJK)  telah menuangkan aturan sustainable finance dalam Peraturan OJK (POJK) nomor 51 tahun 2017 tentang Rencana Aksi Keuangan Berkelanjutan dan POJK nomor 60 tahun 2017 tentang Penerbitan dan Persyaratan Efek Bersifat Utang Berwawasan Lingkungan.

POJK nomor 51 tahun 2017 mengatur agar bank dalam kelompok bank umum kelompok usaha (BUKU) III dan IV wajib menerapkan keuangan berkelanjutan dalam kegiatan usaha pada awal tahun ini, sedangkan BUKU I dan II diberikan waktu hingga depan.

Handayani juga mengatakan bahwa LCEV merupakan lahan baru yang menarik untuk digarap oleh perbankan. Pasalnya LCEV telah masuk dalam peta jalan Kementerian Perindustrian dalam pengembangan industri otomotif.

Pada 2025 pemerintah menargetkan 20% dari kendaraan yang diproduksi di Tanah Air tergolong LCEV atau sebanyak 500.000 unit. Kemudian 10 tahun setelahnya mobil bermodal energibaru terbarukan diproyeksi dapat berkontribusi sebanyak 1,2 juta unit atau 30% terhadap total produksi di dalam negeri.

Namun capaian dari target-target tersebut sangat tergantung dari kecepatan pemerintah mengeksekusi aturan mengenai mobil bertenaga energi baru terbarukan. Pelaku industri masih menunggu peraturan presiden soal LCEV disahkan untuk agresif melakukan penetrasi pasar.

Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), pada 2018, Indonesia memproduksi kendaraan roda empat atau lebih sejumlah 1,34 juta unit. LCEV yang sudah dijual di Indonesia seluruhnya masih berstatus completely built up (CBU) atau diimpor secara utuh.

Selain itu fasilitas kredit mobil ramah lingkungan juga merupakan bentuk dukungan perusahaan terhadap pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Hal tersebut sejalan denfan komitmen pemerintah me gurangi emisi gas rumah kaca sebesar 29% secara mandiri dan 41% dengan bantuan internasional pada 2030.

Program bertajuk KKB BRI Green Environment ini menggandeng Mercedes-Benz, BMW, Nissan, Mitsubishis, serta agen pemegang merek (APM) lain yang siap menjual kendaraan rendah emisi karbon.

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
mobil listrik, bri

Editor : Farodilah Muqoddam

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup