Kejar Pertumbuhan 12 Persen, Begini Strategi BNI Salurkan Kredit Konsumer

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. masih optimistis kredit konsumer dapat tumbuh hingga dua digit pada akhir tahun, walaupun pertumbuhan pada kuartal I/2019 masih satu digit.
Ropesta Sitorus | 06 Mei 2019 16:10 WIB
Karyawan melayani nasabah di kantor cabang PT Bank Negara Indonesia Tbk, di Jakarta, Kamis (3/1/2019). - Bisnis/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. masih optimistis kredit konsumer dapat tumbuh hingga dua digit pada akhir tahun, walaupun pertumbuhan pada kuartal I/2019 masih satu digit.

Emiten bersandi BBNI itu mencatat realisasi kredit konsumer per akhir Maret 2019 sebesar Rp80,1 triliun, tumbuh 8,5% secara year on year dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Porsi kredit konsumsi yang terbesar berasal dari kredit pemilikan rumah (KPR) sebesar 51,8% atau senilai Rp41,47 trilliun, tumbuh 9,4% secara year on year  (yoy).

Penopang pertumbuhan tertinggi pada kuartal awal 2019 yakni pada segmen kredit pegawai atau berbasis payroll yang tumbuh 25% yakni dari Rp19,07 triliun menjadi Rp23,85 triliun. Adapun, segmen kredit bisnis kartu kredit tumbuh 5,6% (yoy) menjadi Rp12,5 triliun.

Vice President Consumer Lending BNI Egos Mahar mengungkapkan bahwa pertumbuhan beberapa subsegmen seperti KPR dan kredit tanpa agunan (KTA) pada awal tahun ini masih on the track.

“Kalau untuk kartu kredit single digit karena sekarang memang sedang rendah, nasabah lebih aware dengan bunganya dan berpikir daripada pinjam kartu kredit lebih baik ambil KTA. Apalagi sekarang fintech sudah semakin banyak jadi pilihannya makin banyak,” katanya saat berbincang di Jakarta, belum lama ini.

Egos mengungkapkan untuk mendorong bisnis kartu kredit, pihaknya banyak menggelar promo salah satunya dengan program cicilan 0%.  Selain itu, perseroan juga bekerjasama dengan perusahaan fintech serta bersinergi dengan anak usaha seperti BNI Multifinance.

Momentum Lebaran pada kuartal II ini juga diyakini akan mampu mengerek pertumbuhan transaksi terutama untuk aktivitas pembelian bensin, program belanja serta kebutuhan tiket dan hotel.

 Growth secara tahunan untuk KPR dan KTA masih on track masing-masing 9% dan 25%-30%. Secara total konsumer diharapkan tumbuh 12% akhir tahun. Porsi utamanya dari KPR tapi untuk penopang pertumbuhan dari BNI Flexi,” ungkapnya.

Dilihat dari segmen pasarnya, lanjut Egos, BNI akan lebih berfokus menyasar kalangan milenial yang memiliki potensi pasar besar. Perseroan memiliki produk khusus untuk segmen tersebut seperti KPR BNI Griya Gue yang menawarkan tenor lebih panjang.  Produk KPR BNI untuk segmen milenial ditawarkan untuk rumah dengan ticket size di bawah Rp500 juta.

Egos yakin ruang untuk pertumbuhan masih luas mengingat jumlah nasabah payroll perseroan yang cukup besar. “Nasabah payroll lebih dari 2 juta, nasabah KPR masih 200.000 dan BNI Flexi masih 200.000, kami punya customer based yang potensial,” ungkapnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bni, bank bni

Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Top