Ini Hasil Survei Soal Tekfin dengan Pendiri Perempuan

Bisnis.com, JAKARTA – Perusahaan teknologi finansial atau tekfin dengan pendiri perempuan dinilai menghasilkan imbal hasil yang lebih baik, berdasarkan hasil survey KPMG.
Wibi Pangestu Pratama
Wibi Pangestu Pratama - Bisnis.com 07 Mei 2019  |  13:26 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Perusahaan teknologi finansial atau tekfin dengan pendiri perempuan dinilai menghasilkan imbal hasil yang lebih baik, berdasarkan hasil survey KPMG.

Temuan tersebut merupakan simpulan dari survey KPMG terhadap 91 perusahaan tekfin di Inggris. Dari seluruh perusahaan yang disurvey, sembilan di antaranya memiliki setidaknya satu orang pendiri perempuan.

Bersasarkan laporan yang diterbitkan pada Jumat (03/05/2019), perusahaan tekfin dengan pendiri perempuan memiliki tingkat imbal hasil lebih dari dua kali lipat dibandingkan dengan rata-rata perusahaan dengan pendiri seluruhnya laki-laki.

Imbal hasil dari perusahaan dengan pendiri perempuan mencapai 112%, sedangkan perusahan dengan pendiri seluruhnya laki-laki memiliki imbal hasil sekitar 48%.

“Meskipun jumlah pendiri atau rekan pendiri perempuan rendah, fakta bahwa mereka biasanya mencapai tingkat pengembalian yang lebih tinggi adalah suara yang jelas untuk keberagaman [dalam perusahaan tekfin],” ujar Global Co-Head KPMG Fintech, Anton Ruddenklau, dilansir dari Bloomberg belum lama ini.

Hal senada ditunjukkan dari hasil riset MassChallenge dan Boston Consulting Group pada awal tahun ini. Lembaga tersebut menganalisis kinerja sekitar 350 perusahaan yang telah menjalankan berbagai program selama 12 bulan.

Berdasarkan hasil riset tersebut, setiap dolar yang digunakan untuk memulai perusahaan dengan pemimpin perempuan, menghasilkan pengembalian investasi hingga 78 sen. Sebaliknya, perusahaan berisi sepenuhnya laki-laki rata-rata mendapatkan 31 sen.

Pihak KPMG menyampaikan terdapat beberapa keterbatasan dalam penelitiannya. Di antaranya adalah banyak perusahaan rintisan (startup) yang tidak menguntungkan.

KPMG menjelaskan survey tersebut mendasarkan analisisnya pada peningkatan penilaian dari satu putaran pendanaan ke putaran pendanaan lainnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
fintech

Editor : Anggi Oktarinda

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top