Pembiayaan Syariah Adira Finance Berbalik Membaik

Bisnis.com, JAKARTA -- Pembiayaan syariah PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk., (Adira Finance) mulai menunjukkan perbaikan setelah pada April 2019 mencatatkan pertumbuhan 94,15% menjadi Rp631 miliar dari April 2018 senilai Rp325 miliar.
Nindya Aldila
Nindya Aldila - Bisnis.com 13 Mei 2019  |  11:04 WIB
Pembiayaan Syariah Adira Finance Berbalik Membaik
Nasabah melakukan penyelesaian administrasi di kantor Adira Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (9/2). - JIBI/Paulus Tandi Bone

Bisnis.com, JAKARTA -- Pembiayaan syariah PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk., (Adira Finance) mulai menunjukkan perbaikan setelah pada April 2019 mencatatkan pertumbuhan 94,15% menjadi Rp631 miliar dari April 2018 senilai Rp325 miliar.

Direktur Keuangan Adira Finance I Dewa Made Susila mengatakan kinerja pembiayaan syariah terus menurun dalam 2-3 tahun terakhir akibat perubahan aturan yang menyamakan besaran minimum uang muka antara produk konvensional dan syariah.

Namun, perlahan Adira terus membangun infrastruktur seperti kantor cabang dan sumber daya manusia (SDM) produk syariah sehingga dapat membukukan kinerja yang positif.

“Nah, sekarang kami masuk ke dalam tahap stabilisasi. Kami juga mulai menawarkan produk, kami sudah buka 25 cabang syariah. Semua sudah kami siapkan karena kami mau bahwa syariah menjadi produk unggulan juga,” katanya dikutip Bisnis.com, Senin (13/5/2019).

Porsi pembiayaan syariah Adira Finance mencapai 12% dari total pembiayaan Adira Finance per April 2019. Adapun kontribusi produk pembiayaan roda dua sekitar 70% dan sisanya didukung oleh pembiayaan mobil.

“Kami percaya ada pasarnya. 90% dari penduduk Indonesia syariah. Berarti mungkin produk kami belum bagus, mungkin perlu edukasi yang lebih banyak,” katanya.

Dengan pertumbuhan yang signifikan dalam 4 bulan terakhir, Made optimistis produk syariah akan terus menanjak. Namun, dia belum dapat memprediksi besar pertumbuhannya.

Salah satu strategi untuk memperbesar portofolio bisnis syariah, Adira Finance mulai memperkenalkan produk pembiayaan perjalanan umroh dengan menggandeng kemitraan dengan sejumlah perusahaan.

Dengan sistem potong gaji, Adira Finance mempersyaratkan pembiayaan umroh hanya diberikan kepada pegawai yang telah memiliki masa kerja di atas 2 tahun dan mendapatkan rekomendasi dari bagian personalia. Adira menargetkan kemitraan dengan 50 perusahaan hingga akhir tahun ini.

Selain itu, Adira Finance juga bakal gencar melakukan pameran dan customer gathering untuk menawarkan produk seperti otomotif, elektronika, furnitur, multiguna dan perjalanan umroh.

Untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan syariah, Adira Finance telah merilis sukuk mudharabah secara periodik sejak 6 tahun lalu. Made memproyeksikan pada akhir tahun, perseroan akan kembali merilis penawaran umum berkelanjutan (PUB) yang ke-IV untuk sukuk.

“Tantangan saat ini memang permintaan sukuk lebih kecil dibandingkan dengan obligasi konvensional,” katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
adira finance

Editor : Anggi Oktarinda

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top