Bank Mantap Tahan Kenaikan Bunga Kredit

Di tengah tren naiknya suku bunga kredit oleh sebagian bank akibat naiknya bunga dana, PT Bank Mandiri Taspen atau Bank Mantap menyatakan masih akan mempertahankan tingkat suku bunga kreditnya.
Ropesta Sitorus
Ropesta Sitorus - Bisnis.com 24 Mei 2019  |  09:09 WIB
Bank Mantap Tahan Kenaikan Bunga Kredit
Dirut Bank Mandiri Taspen (Bank Mantap) Josephus Koernianto Triprakoso (tengah) bersama Direktur Bank Mandiri Darmawan Junaidi (kedua kanan), Direktur Taspen Mohammad Jufri (kedua kiri), Direktur Bank Mantap Iwan Soeroto (kiri) dan SEVP Fajar Ari Setiawan (kanan) menekan tombol saat peluncuran layanan digital Mantap Mobile, di Jakarta, Senin (11/3/2019). - ANTARA/Aprillio Akbar

Bisnis.com, JAKARTA – Di tengah tren naiknya suku bunga kredit oleh sebagian bank akibat naiknya bunga dana, PT Bank Mandiri Taspen atau Bank Mantap menyatakan masih akan mempertahankan tingkat suku bunga kreditnya.

“Kami optimis belum akan menaikkan suku bunga kredit dalam waktu dekat sehingga masih dapat memberikan fasilitas pembiayaan yang terjangkau untuk nasabah kami,” kata Direktur Bank Mantap Nurkholis Wahyudi kepada Bisnis belum lama ini.

Mengutip publikasi di Otoritas Jasa Keuangan (OJK), suku  bunga dasar kredit yang diterapkan Bank Mantap per akhir Maret untuk segmen ritel, mikro dan konsumsi masing-masing sebesar 12,45%, 15,69% dan 13,13%.

Optimisme tersebut, kata Nurkholis, didasari pada inisiatif pendanaan yang selama ini dijalankan serta upaya perseroan menjaga efisiensi.

Dia tak menampik tekanan likuiditas perbankan masih cukup terasa yang membuat mana bank berlomba menaikkan suku bunga simpanan demi menarik aliran dana pihak ketiga (DPK). Hal ini membuat sebagian bank mau tak mau menyesuaikan suku bunga kredit agar margin dan laba tidak tergerus lebih dalam.

Akan tetapi Bank Mantap memilih menjaga suku bunga kredit dan mencari alternatif pendanaan nonkonvensional lewat pasar modal. Pada Februari lalu, Bank Mantap menerbitkan sertifikat deposito (negotiable certificates of deposit /NCD) II Bank Mandiri Taspen 2019 yang terserap dua kali lipat dari target Rp500 miliar menjadi Rp1 triliun.

Penghimpunan dana dari pasar modal tersebut, kata Nurkholis, tidak membebani perseroan dengan tingkat bunga yang terlalu tinggi.

“Besaran suku bunga NCD juga masih dalam batas toleransi kami dan kami rasa masih cukup bersaing di market, di mana untuk 6 bulan dengan rate 8,04% per tahun dan 8,40% per tahun untuk tenor 12 bulan,” katanya.

Selain emisi NCD, anak usaha PT BankMandiri (Persero) Tbk. ini juga berniat menerbitkan obligasi pada tahap berikutnya dengan kisaran Rp1 triliun – Rp2 triliun pada semester II/2019.

Waktu pelaksanaan dan tingkat bunganya akan disesuaikan dengan perkembangan pasar dan ekspansi kredit. Sampai dengan akhir tahun 2019, estimasi wholesale funding yang akan diterbitkan Bank Mantap berkisar Rp2 triliun – Rp3 triliun.

“Terkait dengan suku bunga DPK di market kami merasakan persaingan yang masih ketat dan menyebabkan CoF Bank mengalami sedikit peningkatan.  Sebagai alternatif pendanaan atas ketatnya persaingan funding kami memiliki inisiatif pendanaan melalui wholesale funding via penerbitan surat berharga,” ujarnya.

Selain dana wholesale, Bank Mantap juga mengembangkan program penghimpunan dana murah untuk segmen aparatur sipil negara (ASN) dan pensiunan yang tidak terlalu sensitif terhadap suku bunga.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bunga kredit, Bank Mantap

Editor : Farodilah Muqoddam

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top