Sequis Life Dorong Kontribusi Produk Unit-Linked Lebih Dari Dua Kali Lipat

PT Asuransi Jiwa Sequis Life menargetkan kontribusi produk asuransi yang dikaitkan dengan investasi atau PAYDI/unit-linkedmeningkat menjadi 60%–70% pada akhir 2019, dari tahun lalu sebesar 25%. Kondisi pasar modal yang membaik membuat perseroan optimistis mengembangkan PAYDI.
Wibi Pangestu Pratama
Wibi Pangestu Pratama - Bisnis.com 21 Juni 2019  |  07:56 WIB

Bisnis.com, JAKARTA — PT Asuransi Jiwa Sequis Life menargetkan kontribusi produk asuransi yang dikaitkan dengan investasi atau PAYDI/unit-linkedmeningkat menjadi 60%–70% pada akhir 2019, dari tahun lalu sebesar 25%. Kondisi pasar modal yang membaik membuat perseroan optimistis mengembangkan PAYDI.

Presiden Direktur sekaligus CEO Sequis Life Tatang Widjaja menjelaskan, porsi produk tradisional yang mencapai 75% pada 2018 dinilai menggerus profit dan menekan kinerja perseroan. Berdasarkan laporan keuangan per 31 Desember 2018, Sequis Life membukukan laba Rp565,5 miliar atau turun 38,7% dari 2017 senilai Rp1,001 triliun.

Tatang menjelaskan, kondisi tersebut mendorong Sequis Life untuk meningkatkan porsi PAYDI, didorong oleh kondisi pasar modal yang telah membaik. Hingga kuartal 1/2019, perseroan telah mendorong porsi PAYDI menjadi 55%.

"Kami ingin mempunyai keseimbangan, kami enggak mau juga semuanya unit-linked, perlu ada tradisional. Karena masalah utamanya di Indonesia masih banyak orang yang hanya butuh proteksi," ujar Tatang sebagaimana dikutip Bisnis.com, pada Jumat (20/6/2019).

Langkah tersebut dinilai membuahkan hasil yang terlihat dari hasil investasi Sequis Life pada kuartal 1/2019 senilai Rp523,5 miliar, berbalik untung dari kuartal 1/2018 dengan capaian minus Rp71,5 miliar.

Capaian hasil investasi itu pun, menurut Tatang, turut mendorong lonjakan laba Sequis Life pada kuartal 1/2019 hingga 238,7% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Berdasarkan laporan kinerja perseroan, laba kuartal 1/2019 tercatat senilai Rp289,8 miliar, atau tumbuh dari kuartal 1/2018 senilai Rp85,5 miliar.

"Kuartal 1/2019 secara profit bagus tapi jualan bisnis [premi] tidak begitu baik. Karena kita hadapi pemilu, ada gangguan pada penjualan. Namun, pada kuartal kedua, menunjukkan terjadinya akselerasi penjualan. Tahun ini kami akan fokus pada produk unit-linked," ujar Tatang.

Dia menjelaskan, untuk mencapai target kontribusi PAYDI pada tahun ini Sequis Life perlu mengubah paradigma nasabahnya dalam memilih produk. Nasabah perlu terus diedukasi untuk memilih proteksi yang diperlukan dan mengenai manfaat dari PAYDI.

Selain itu, kemampuan agen pun dinilai berperan besar dalam mendorong pertumbuhan kontribusi PAYDI bagi Sequis Life. "Agen kami terlatih untuk menjual baik produk unit-linked maupun tradisional, tergantung fokus perusahaan [akan mengembangkan yang mana]," ujar Tatang.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
sequis life

Editor : Anggi Oktarinda

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top