Tak Ubah Strategi, Jasindo Optimistis Kinerja Investasi Q2 Naik

PT Asuransi Jasa Indonesia atau Jasindo memproyeksikan kinerja hasil investasi perseroan akan meningkat pada Q2/2019 setelah pada awal tahun, hasil investasi tercatat menurun.
Wibi Pangestu Pratama
Wibi Pangestu Pratama - Bisnis.com 27 Juni 2019  |  13:44 WIB
Tak Ubah Strategi, Jasindo Optimistis Kinerja Investasi Q2 Naik
Direktur Utama Asuransi Jasindo Edie Rizliyanto (tengah) berbincang dengan Direktur Teknik dan Luar Negeri Ricky Tri Wahyudi (kanan) dan Direktur Operasi Ritel Sahata L Tobing sebelum memaparkan strategi bisnis di tahun 2019, di Jakarta, Rabu (21/11/2018). - JIBI/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA — PT Asuransi Jasa Indonesia atau Jasindo memproyeksikan kinerja hasil investasi perseroan akan meningkat pada Q2/2019 setelah pada awal tahun, hasil investasi tercatat menurun.

Berdasarkan laporan keuangan Q1/2019, hasil investasi Jasindo tercatat senilai Rp23,6 miliar. Jumlah tersebut menurun 51,9% (year on year/yoy) dibandingkan dengan hasil investasi Q1/2018 senilai Rp49,2 miliar.

Direktur Keuangan dan Investasi Jasindo Didit Mehta Pariadi menjelaskan, belum optimalnya kinerja hasil investasi pada kuartal pertama setidaknya disebabkan oleh kinerja instrumen investasi penyertaan langsung.

"Kalau ditanya kuartal pertama, sebagian besar perusahaan [tempat Jasindo berinvestasi] kan belum menyelenggarakan rapat umum pemegang saham [RUPS], sehingga hasilnya [investasi] baru kelihatan di kuartal kedua," ujar Didit pada Rabu (26/6/2019) saat ditemui usai perayaan ulang tahun ke-46 Jasindo.

Dalam laporan keuangan Q1/2019 Jasindo, tercatat bahwa instrumen investasi penyertaan langsung memiliki porsi 22,6% dari total investasi. Dengan jumlah Rp707,7 miliar pada Q1/2019, instrumen penyertaan langsung tercatat tumbuh 5,3% (yoy) dibandingkan dengan Q1/2018 senilai Rp671,6 miliar.

Instrumen investasi dominan dari Jasindo adalah deposito dengan porsi mencapai 49,06%. Pada Q1/2019, deposito Jasindo tercatat senilai Rp1,53 triliun atau meningkat 24,02% (yoy) dibandingkan dengan Q1/2018 senilai Rp1,23 triliun.

"Kami juga terikat oleh regulasi Otorias Jasa Keuangan untuk menempatkan [investasi] di instrumen-instrumen yang aman, jadi sebagian besar masih dalam bentuk deposito," ujar Didit.

Direktur Utama Jasindo Edie Rizliyanto menjelaskan, pihaknya tidak akan mengubah komposisi investasi karena strategi saat ini dinilai telah optimal.

"Untuk mendorong kinerja [hasil investasi] urang lebih sama, yakni memperbesar dana investasinya. Kami tidak akan mengubah komposisinya ," ujar Edie pada Rabu (26/6/2019).

Sejalan dengan pernyataan Edie, Jasindo mencatatkan pertumbuhan nilai investasi hingga 17,8% (yoy). Pada Q1/2019, perseroan mencatatkan nilai investasi Rp3,11 triliun yang meningkat dari Q1/2018 senilai Rp2,64 triliun.

Menurut Edie, untuk menggenjot kinerja perseroan, pihaknya akan mendorong penggarapan segmen generasi langgas melalui kanal digital. Saat ini pihaknya sedang mengembangkan aplikasi mobile yang diproyeksikan untuk segera rampung.

Pada Q1/2019, Jasindo telah mengumpulkan premi sebesar Rp782,5 miliar. Jumlah tersebut menurun 5,9% (yoy) dibandingkan dengan premi Q1/2018 senilai Rp831,6 miliar.

Klaim yang dibayarkan perseroan pada Q1/2019 tercatat senilai Rp998,7 miliar atau melonjak 100,3% (yoy) dibandingkan dengan Q1/2018 senilai Rp498,4 miliar.

Meskipun begitu, perseroan membukukan pertumbuhan laba hingga 28,4% (yoy). Pada Q1/2019, laba Jasindo tercatat senilai Rp55,6 miliar, tumbuh dari Q1/2018 sebesar Rp43,3 miliar.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
jasindo

Editor : Anggi Oktarinda

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top