Asuransi Bintang Optimistis Hasil Investasi Tetap Positif

PT Asuransi Bintang Tbk. optimistis masih mampu merealisasikan hasil investasi yang positif hingga akhir 2019 setelah mampu membukukan kinerja yang signifikan pada paruh pertama tahun ini.
Oktaviano DB Hana
Oktaviano DB Hana - Bisnis.com 27 Juni 2019  |  17:02 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – PT Asuransi Bintang Tbk. optimistis masih mampu merealisasikan hasil investasi yang positif hingga akhir 2019 setelah mampu membukukan kinerja yang signifikan pada paruh pertama tahun ini.

Direktur PT Asuransi Bintang Tbk. Jenry Cardo Manurung mengakui asuransi kerugian secara umum pada semester I/2019 berpotensi mencatatkan imbal hasil yang baik. Menurutnya, tingkat suku bunga cukup menarik sehingga berdampak pada hasil investasi instrumen deposito berjangka.

Di samping itu, jelasnya, imbal hasil surat berharga negara juga cukup signifikan.

“Tingkat suku bunga lumayan baik, kemudian SBN, tingkat imbal hasilnya lebih baik lagi. Mudah-mudahan akan seprti ini sterusnya [hingga semester II/2019],” ujarnya, Kamis (27/6/2019).

Jenry menjelaskan hingga saat ini portofolio investasi emiten asuransi kerugian dengan kode saham ASBI ini didominasi oleh instrumen deposito berjangka, yakni sekitar 60%. Sekitar 20% dana kelolaan ASBI pun ditempatkan di SBN.

Selebihnya, jelas dia, ditempatkan pada reksa dana dan saham, serta sejumlah instrumen lainnya.

Jenry mengatakan pihaknya tidak akan banyak merubah komposisi portofolio investasi tersebut, termasuk melakukan aksi ambil untung atau taking profit dengan memanfaatkan momentum penguatan imbal hasil SBN.

“Kami ingin tetap menjaga tingkat minimum agar tetap memenuhi aturan wajib pemilikan SBN. Juga untuk mendukung bisnis dan menjaga likuiditas.”

Data dari dokumen yang disampaikan kepada otoritas bursa menunjukkan bahwa pada akhir kuartal I/2019, ASBI membukukan penerimaan hasil investasi senilai Rp103,05  miliar. Realisasi itu meningkat sangat signifikan dari hasil investasi perseroan pada periode yang sama tahun sebelumnya, yakni senilai Rp2,16 miliar.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
investasi, asuransi umum

Editor : Anggi Oktarinda

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top