Mayoritas Ekonom Perkirakan BI Pangkas Suku Bunga

Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia pada 17 Juli 2019 sampai 18 Juli 2019 diprediksi akan menghasilkan kesepakatan penurunan suku bunga acuan 25 basis poin dari 6% menjadi 5,75%.
Gloria Fransisca Katharina Lawi
Gloria Fransisca Katharina Lawi - Bisnis.com 18 Juli 2019  |  07:23 WIB
Mayoritas Ekonom Perkirakan BI Pangkas Suku Bunga
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo memberikan penjelasan pada jumpa pers mengenai hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia di Jakarta, Kamis (21/3/2019). Bank Indonesia memutuskan untuk tetap mempertahankan suku bunga acuan BI 7 Day Reverse Repo Rate (BI 7DRR) sebesar 6,00 persen, suku bunga Deposit Facility sebesar 5,25 persen, dan suku bunga Lending Facility sebesar 6,75 persen. Bisnis - Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA – Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia pada 17 Juli 2019 sampai 18 Juli 2019 diprediksi akan menghasilkan kesepakatan penurunan suku bunga acuan 25 basis poin dari 6% menjadi 5,75%.

Ekonom Bank Mandiri Andri Asmoro memprediksi penurunan suku bunga acuan menjadi salah satu agenda Bank Indonesia (BI) dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) bulan ini. Andri menyatakan penurunan suku bunga acuan akan diputuskan seiring dengan sentiment dovish dari The Fed dalam beberapa waktu terakhir.

“Kami prediksikan turun 25 Bps. BI akan tetap mendukung likuiditas di pasar. Penurunan suku bunga acuan ini untuk mendorong pertumbuhan ekonomi,” papar Andri kepada Bisnis.com, Rabu (17/7/2019).

Ekonom PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) Fikri C. Permana memperkirakan hasil RDG BI bulan ini akan menurunkan suku bunga 25 Bps. Fikri beralasan inflasi yang cenderung stabil dan terjaga dalam target BI 3,5% memungkinkan berada pada posisi 3% sampai akhir tahun. 

Selain itu, tren penurunan yield SUN domestik dan yield US Treasury yang masih sangat besar.

“Selain itu net ekspor Indonesia yang positif dalam dua bulan terakhir. Selain itu rupiah juga cenderung stabil,” paparnya.

Senada dengan Andri dan Fikri, Director & Chief Investment Officer Fixed Income PT Manulife Aset Management Indonesia Ezra Nazula menyatakan BI bisa menurunkan suku bunga acuan sebesar 25 Bps. 

Menurut Ezra, neraca perdagangan Juni 2019 yang mencatatkan surplus tipis dan pelemahan rupiah yang telah lewat maka aman bagi BI menurunkan suku bunga. Ezra bahkan memprediksi jika suasana kondusif ini bertahan lama, BI bisa menurunkan suku bunga dua kali sampai akhir 2019.

“Apalagi inflow dana asing ke pasar finansial Indonesia dapat menjaga stabilitas nilai tukar rupiah sehingga ada ruang untuk BI menurunkan suku bunga untuk mendongrak pertumbuhan ekonomi ke depan."

Head of Economic & Research UOB Indonesia Enrico Tanuwidjaja menyatakan pihaknya juga memprediksi suku bunga akan diturunkan 25 Bps. Enrico beralasan BI akan mengikuti The Fed yang sejak 11 Juli 2019 sudah mengumumkan persiapan menurunkan bunga pada akhir Juli 2019 ini. 

Enrico menjelaskan dalam Laporan Makroekonomi UOB Indonesia, Ketua The Fed, Jerome Powell sudah mengumumkan penurunan suku bunga guna memperbaiki penuruna ekonomi Amerika Serikat dan memperbaiki pertumbuhan ekonomi global.

“Bank Indonesia juga terlihat dovish, dan selama ini mereka menahan suku bunga untuk menemukan waktu yang tepat. Kami memprediksi BI akan menurunkan 25 Bps Juli ini, dan akan diikuti penurunan lanjutan 25 Bps pada Agustus mendatang,” papar Enrico.

Sebelumnya, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menyatakan salah satu agenda utama dalam RDG bulan ini adalah perihal suku bunga acuan. Perry menilai pascapertemuan G20 di Osaka, sentimen perang perdagangan global mulai memudar. Kondisi ini menurut Perry bisa menjadi pertimbangan BI menurunkan suku bunga acuan jika waktunya tepat.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bank indonesia, Suku Bunga

Editor : Achmad Aris

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top