Semester I/2019, Laba Bank DKI Naik 4,4 Persen

Pertumbuhan laba bersih tersebut ditopang oleh peningkatan pendapatan bunga bersih per Juni 2019 yang tercatat sebesar 8,9 persen.
Ipak Ayu H Nurcaya
Ipak Ayu H Nurcaya - Bisnis.com 30 Juli 2019  |  09:53 WIB
Semester I/2019, Laba Bank DKI Naik 4,4 Persen
Nasabah mengisi blangko penarikan uang di Bank DKI, Jakarta, Selasa (27/1/2015). - Bisnis /Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA — Sepanjang enam bulan pertama tahun ini, PT Bank DKI mencatatkan pertumbuhan laba bersih naik 4,4 persen secara year-on-year (yoy) menjadi sebesar Rp372,1 miliar dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp356,4 miliar.

Pertumbuhan laba bersih tersebut ditopang oleh peningkatan pendapatan bunga bersih per Juni 2019 yang tercatat sebesar 8,9 persen.

Plt. Direktur Utama Bank DKI Sigit Prastowo mengatakan komposisi rasio keuangan periode Juni 2019 antara lain Return on Equity (ROE) sebesar 9,6 persen, Net Interest Margin (NIM) sebesar 5,6 persen, dan Return On Asset (ROA) 2,2 persen. Adapun Beban Operasional dibanding Pendapatan Operasional (BOPO) masih tetap terjaga di angka 77,1 persen. 

"Sementara itu, pertumbuhan penyaluran kredit juga dibarengi dengan perbaikan kualitas kredit yang ditandakan dengan rasio NPL Gross yang tercatat 3,8% persen per Juni 2018 menurun menjadi 3,3 persen per Juni 2019," paparnya melalui keterangan resmi yang diterima Bisnis, Selasa (30/7/2019).

Sigit mengemukakan dari fungsi intermediasi, realisasi total kredit dan pembiayaan sebesar Rp29,5 triliun per Juni 2019 atau tumbuh 5,9 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp27,9 triliun. 

Pertumbuhan kredit Bank DKI didorong oleh kredit pada segmen Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang tumbuh 18 persen secara tahunan dari Rp1,1 triliun menjadi Rp1,3 triliun.

"Pertumbuhan kredit segmen UMKM tersebut ditopang oleh pertumbuhan kredit mikro yang mencatatkan pertumbuhan 33,3 persen di mana per Juni 2019 tercatat sebesar Rp843 miliar,” ujarnya.

Sigit melanjutkan hal itu sejalan dengan strategi Bank DKI, di mana penyaluran kredit kepada UMKM menjadi fokus utama untuk dikembangkan. Berbagai program percepatan penyaluran kredit UMKM khususnya kredit mikro telah dan akan terus dilakukan hingga saat ini. 

Pada Kamis (25/7), Bank DKI menandatangani perjanjian kredit mikro secara massal kepada total 250 peserta program Pengembangan Kewirausahaan Terpadu (PKT), yang diwakili oleh 40 wirausahawan dalam acara Business Matching bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Sementara itu, dari sisi Dana Pihak Ketiga (DPK), dana tabungan menunjukkan pertumbuhan yang baik sebesar 15,9 persen dari semula tercatat sebesar Rp8,1 triliun menjadi sebesar Rp9,4 triliun pada akhir Juni 2019.

Pertumbuhan dana tabungan tersebut mendorong peningkatan rasio dana murah yang ditunjukkan dari komposisi CASA per Juni 2019, sebesar 54,5 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya yang sekitar 50,9 persen. Adapun total aset tercatat senilai Rp45,6 triliun per Juni 2019. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
perbankan, bank dki

Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top