Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Bisnis Bank Paruh Pertama 2019 Anomali

Direktur Investa Saran Mandiri Hans Kwee mengatakan bahwa lazimnya bisnis utama bank, kredit, akan mendongkrak laba. Namun memang tahun lalu Bank Indonesia agresif menaikan suku bunga acuan, sehingga berdampak pada beban dana.
Muhammad Khadafi
Muhammad Khadafi - Bisnis.com 30 Juli 2019  |  13:19 WIB
Nasabah bertransaksi melalui mesin ATM di galeri e-banking Bank BRI, di Jakarta, Selasa (12/9). - JIBI/Dwi Prasetya
Nasabah bertransaksi melalui mesin ATM di galeri e-banking Bank BRI, di Jakarta, Selasa (12/9). - JIBI/Dwi Prasetya

Bisnis.com, JAKARTA – Paruh pertama 2019, bisnis bank mencatatkan anomali. Pada saat beberapa bank besar membukukan pertumbuhan kredit tinggi, tapi labanya justru tertekan. Sementara itu yang lain justru sebaliknya.

Direktur Investa Saran Mandiri Hans Kwee mengatakan bahwa lazimnya bisnis utama bank, kredit, akan mendongkrak laba. Namun memang tahun lalu Bank Indonesia agresif menaikan suku bunga acuan, sehingga berdampak pada beban dana.

“Persaingan likudiitas agak berat. Selain itu ekonomi juga slowing down. Bank dipaksa menaikan suku bunga DPK, tapi tidak bisa diikuti dengan kredit,” jelasnya kepada Bisnis, Senin (29/7/2019).

Pada sisi lain, bank dengan lini bisnis selain fungsi intermediasi yang kuat memiliki keuntungan. Pasalnya bank-bank tersebut dapat menggenjot sektor tersebut untuk mendorong pertumbuhan laba  di tengah menipisnya margin bunga bersih (net interest margin/NIM)

“Bank bukan cuma dapat untung dari kredit. Dia kan dapat juga dari komisi-komisi di luar penyaluran kredit,” ujar Hans.

Dia pun memproyeksikan pada paruh kedua tahun ini bisnis bank masih menantang. Kesempatan bank untuk melaju kencang apabila perang dagang selesai dengan baik dan penurunan suku bunga acuan.

Hans memperkirakan Bank Indonesia memiliki ruang untuk menurunkan suku bunga acuan hingga 50 basis poin (bps) sampai dengan akhir tahun. “Melihat kondisi saat ini, seharusnya bank sentral agresif menurunkan suku bunga,” katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

perbankan
Editor : M. Taufikul Basari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top