Laba Bank Victoria Turun 45,7 Persen

Laba PT Bank Victoria International Tbk. merosot 45,7 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) per Juni 2019, menjadi Rp32,9 miliar. Hal ini disebabkan oleh terpuruknya pendapatan bunga bersih (net interest income/NII).
Muhammad Khadafi
Muhammad Khadafi - Bisnis.com 31 Juli 2019  |  17:33 WIB
Laba Bank Victoria Turun 45,7 Persen
Direktur Utama Bank Victoria Daniel Budirahayu (dari kanan), Branch Manager Bank Victoria Semarang Irene Setiyanita Chandra, perwakilan dari Otoritas Jasa Keuangan Rusly Albas, Sekretaris Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Semarang Suhandoyo, dan perwakilan Bank Indonesia Purwanto pada peresmian kantor cabang di Semarang, Jumat (23/2/2018). - Bisnis/Herdiyan

Bisnis.com, JAKARTA - Laba PT Bank Victoria International Tbk. merosot 45,7 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) per Juni 2019, menjadi Rp32,9 miliar. Hal ini disebabkan oleh terpuruknya pendapatan bunga bersih (net interest income/NII).

Berdasarkan laporan publikasi perseroan, pendapan bunga perusahaan turun 5,2 persen yoy menjadi Rp1,1 triliun. Pada saat yang sama beban bunga naik 6,2 persen yoy menjadi Rp966,3 miliar. Alhasil NII perusahaan turun 44,6 persen yoy menjadi Rp136,5 miliar.

Menurunnya rentabilitas perusahaan juga terlihat dari laporan rasio keuangan. Per Mei 2019, margin bunga bersih (net interest margin/NIM) turun hampir 92 basis poin (bps) atau menjadi 1,11 persen dari sebelumnya 2,03 persen.

Penurunan NIM itu pun diikuti oleh return on asset (ROA) dan return on equity (ROE). Kedua komponen rasio rentabilitas itu masing-masing 0,32 persen dan 2,74 persen, turun dari periode yang sama tahun sebelumnya, 0,52 persen dan 5,20 persen.

Sebelumnya Direktur Utama Bank Victoria Ahmad Fajar sempat mengatakan bahwa laba bersih tertekan akibat kredit bermasalah pada sektor multifinance. Tahun ini perusahaan akan melakukan konsolidasi untuk melakukan perbaikan kualitas aset.

Sementara itu rasio kredit bermasalah (non performing loan/NPL) perusahaan pada tahun ini mulai membaik. Pada Juni 2019, rasio NPL kotor 4,48 persen, cenderung turun dari sebelumnya 4,88 persen.

Dari segi fungsi intermediasi, penyaluran dana turun 1,0 persen yoy menjadi Rp15,8 triliun. Hal ini diikuti dengan dana pihak ketiga (DPK) yang turun tipis, atau 0,6 persen yoy menjadi Rp20,71 triliun.

Adapun bank umum kelompok usaha (BUKU) II hendak menambah permodalan tahun ini melalui private placement atau tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) senilai Rp100 miliar. Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar 10 Mei 2019 telah menyetujui aksi korporasi tersebut.

Per Juni 2019, modal inti BVIC secara konsolidasi sebesar Rp2,78 triliun. Suzanna Tanojo menjadi pemegang saham pengendali (PSP). Dia menjadi PSP melalui PT Victoria Investama Tbk. yang memiliki 46,29 persen saham, dia sendiri 17,18 persen, dan PT Nata Patindo 4,42 persen.

DEG-Deutsche Investitions-und Entwicklungsgesellschaft mbH memiliki 8,72 persen saham. Kemudian masayarakat melalui pasar modal dengan kepemilikan kurang dari 5 persen berjumlah 23,39 persen.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bank victoria

Editor : Akhirul Anwar

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top