Paham Kartu Kredit Syariah Demi Cuan Dunia Akhirat

Yang terpenting adalah bagaimana kita dapat menyempurnakan aktivitas kita sesuai dengan syariat agama.
M. Richard
M. Richard - Bisnis.com 10 Agustus 2019  |  08:20 WIB
Paham Kartu Kredit Syariah Demi Cuan Dunia Akhirat
Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA — Bagi Ghea, seorang wanita karier di salah satu perusahaan swasta ini, menggunakan kartu kredit syariah merupakan salah satu cara untuk dapat beribadah dan menjalankan hukum syariah secara baik dan benar.

"Yang terpenting adalah bagaimana kita dapat menyempurnakan aktivitas kita sesuai dengan syariat agama," katanya kepada Bisnis belum lama ini.

Menurutnya, pengguna produk syariah memang harus paham terlebih dahulu bahwa menggunakan kartu kredit syariah tidak hanya mengejar kemudahan, atau sekadar potongan harga.

Pengguna kartu kredit syariah harus paham bahwa mereka berkontribusi secara aktif dalam perkembangan ekonomi syariah dari setiap rupiah yang ditempatkan dan dibelanjakan

“Artinya, baik buruknya perkembangan ekonomi juga merupakan dampak dari perilaku ekonomi kita. Kita juga harus paham uang kita datang dari mana dan mengalir ke mana,” tegasnya.

Walau demikian, pengguna BNI iB Hasanah Card ini, juga tidak memungkiri bahwa banyak kemudahan dan fasilitas kartu kredit syariah yang digunakannya saat ini.

Menurutnya, pelaku industri perbankan khususnya bank kepercayaannya sudah sangat baik dalam berbenah diri. Perbankan syariah menawarkan produk-produk berkualitas yang juga dapat mempermudah transaksi pembayaran, baik untuk kebutuhan sehari-hari maupun tujuan ibadah.

"Berbagai manfaat yang saya dapat antara lain, kemudahan dalam pembayaran pendidikan, transaksi ibadah seperti pembelian paket umrah dan hewan kurban, hingga transaksi rutin harian dengan berbagai promo seperti cashback dan diskon di restoran, hotel, travel, groceries, e-commerce dan promo lainnya," paparnya.

Ghea bahkan mengklaim sangat sering menggunakan kartu kredit syariah miliknya. Dia bahkan merasa sangat nyaman karena kartu kredit miliknya dapat digunakan di luar negeri.

"Beberapa kali saya traveling keluar negeri. Jaringan Mastercard-nya sangat membantu Saya bisa bertransaksi di luar negeri dengan mudah dan nyaman. Kursnya pun kompetitif," imbuhnya.

Di samping itu, Ghea juga cukup senang karena perlakuan pihak bank terhadapnya ketika telat membayar. "Kartu kredit berdasarkan prinsip syariah, sehingga sistemnya bukan bunga berbunga dan tidak ada denda keterlambatan."

Lebih lanjut, Ghea pun berharap masyarakat terutama umat muslim juga mulai mempelajari lebih dalam terkait produk-produk perbankan syariah terutama kartu kredit syariah. “Transaksi secara nyaman, dan tenang, sehingga insya Allah berkah."

Direktur Utama PT Bank Pembangunan Daerah Sumbar (Bank Nagari) Dedy Ihsan menyampaikan bahwa kesadaran masyarakat dalam berzakat dan bersedekah sambil melalui penggunaan produk syariah adalah yang paling penting.

"Kalau semangat sedekahnya kurang, perbankan syariah juga susah berkembang," ucapnya.

Hal ini juga salah satu hal yang membuat bisnis kartu kredit syariah saat ini belum terlalu prospektif.

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan per April 2019 dari 34 perbankan syariah yang terdiri dari 14 Bank Umum Syariah (BUS) dan 20 Unit Usaha Syariah (UUS), hanya ada dua bank yang melayani produk kartu kredit. Keduanya yakni UUS Bank CIMB Niaga dan PT Bank BNI Syariah.

Meski demikian, bank-bank syariah masih cukup optimistis dalam mengembangkan produk ini. "Masyarakat memang masih banyak sekali yang belum tahu. Jadi kami sebagai pelaku industri perbankan juga masih harus terus gencar melakukan sosialisasi," kata Direktur Syariah Banking PT Bank CIMB Niaga Tbk. Pandji P. Djajanegara

Saat ini, dia menuturkan, perseroan baru hanya dapat fokus pada perluasan nasabah.

Sebelumnya, General Manager Kartu Pembiayaan PT Bank BNI Syariah Endang Rosawati menyampaikan bahwa tidak banyak bank syariah mampu menggarap bisnis ini lantaran investasi yang cukup besar.

Akan tetapi, perseroan cukup beruntung karena memiliki induk usaha yang telah lebih dulu memiliki teknologi informasi mumpuni untuk menggarap pasar kartu kredit.

Hal ini membuat perseroan dapat fokus pada sosialisasi dan pengembangan produk, tanpa perlu diberatkan masalah investasi teknologi.

"Walau demikian memanfaatkan teknologi BNI, Dewan Pembina Syariah (DPS) selalu mengawasi dan, dan memastikan fitur-fitur kami sesuai dengan syariah," tegasnya.

Adapun, transaksi kartu kredit syariahnya pada Mei tahun ini mencapai Rp107 miliar atau lebih tinggi dibandingkan dengan transaksi bulan sebelumnya Rp97 miliar. Peningkatan sudah mulai lebih bergeliat untuk kebutuhan pembayaran hotel, transportasi, hingga belanja kebutuhan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bank syariah, Features

Editor : Miftahul Ulum

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top