Agustus 2019, Aset LPS Naik 15,2 Persen

Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mencatatkan kenaikan aset 15,2% secara tahun berjalan (year-to-date/ytd) menjadi Rp118,4 triliun dari periode Desember 2018 Rp102,7 triliun.
Ipak Ayu H Nurcaya
Ipak Ayu H Nurcaya - Bisnis.com 28 September 2019  |  07:35 WIB
Agustus 2019, Aset LPS Naik 15,2 Persen
Karyawan beraktivitas di dekat logo Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) di Jakarta, Selasa (23/4/2019). - Bisnis/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA — Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mencatatkan kenaikan aset 15,2 persen secara tahun berjalan (year-to-date/ytd) menjadi Rp118,4 triliun dari periode Desember 2018 Rp102,7 triliun.

Kenaikan aset LPS didorong oleh kenaikan investasi yang per Agustus 2019 naik menjadi Rp110,1 triliun dari Desember 2018 Rp91,2 triliun.

Sementara, kas dan piutang turun menjadi Rp7,5 triliun dari posisi Desember 2018 Rp11,2 triliun.

"Dari sisi aset tetap naik menjadi Rp115,8 miliar dari Desember 2018 Rp100 miliar. Adapun aset lainnya juga naik menjadi Rp602,5 miliar dari Desember 2018 Rp200 miliar," tulis laporan LPS yang dikutip, Sabtu (28/9/2019).

Sisi lain, pendapatan LPS per Agustus 2019 turun 6,1% persen ytd menjadi Rp16,9 triliun dari Rp18 triliun Desember 2018. Penurunan dipicu oleh pendapatan investasi per Agustus 2019 yang lebih kecil menjadi Rp4,9 triliun dari periode Desember 2018 Rp6,5 triliun.

Sementara pendapatan premi bertambah sedikit menjadi Rp11,7 triliun dari periode Desember 2018 Rp11,2 triliun. Komponen pendapatan lain-lain juga menurun menjadi Rp352,5 miliar per Agustus 2010 dibanding Desember 2018 Rp0,3 triliun.

Dari sisi kinerja operasional, jumlah bank yang dicabut izin usahanya sepanjang Januari sampai Agustus 2019 sebanyak 7 atau sama dengan sepanjang 2018.

Artinya dari 2005 sampai Agustus 2019 ada 99 bank yang sudah LPS cabut izinya yang terdiri dari yakni 1 bank umum dan 98 BPR.

Adapun beban klaim sepanjang Januari sampai dengan Agustus 2019 sebesar Rp152,6 miliar lebih tinggi dari sepanjang 2018 yang sebesar Rp70 miliar. Dengan angka itu klaim layak bayar sejak 2005 hingga Agustus 2019 menjadi sebesar Rp1,46 triliun.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
perbankan, bpr, lps

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top