Asuransi Simas Jiwa Capai 85% dari Target Rp20 Triliun Tahun Ini

PT Asuransi Simas Jiwa telah memenuhi sekitar 85% dari total target tahun ini yang dipatok lebih dari Rp20 triliun.
Nindya Aldila
Nindya Aldila - Bisnis.com 04 Oktober 2019  |  00:41 WIB
Asuransi Simas Jiwa Capai 85% dari Target Rp20 Triliun Tahun Ini
Karyawati melayani nasabah, di kantor PT Asuransi Sinar Mas, - JIBI/Dwi Prasetya

Bisnis.com, JAKARTA -- PT Asuransi Simas Jiwa telah memenuhi sekitar 85% dari total target tahun ini yang dipatok lebih dari Rp20 triliun. 

Direktur Utama Asuransi Simas Jiwa, I.J Soegeng Wibowo mengatakan perusahaan terus memacu motivasi para distributor seperti agen dan perbankan agar dapat mencapai targetnya. 

Dengan demikian, perusahaan dapat tetap tumbuh setelah mencapai pendapatan premi sepanjang 2018 senilai Rp19,08 triliun. Hingga Maret 2019, perusahaan telah memiliki 354 agen aktif yang membantu memasarkan produk.

“Target kami pada 2019 Rp20 triliun, naik dari tahun lalu. Kami memang masih berusaha, kami masih ketinggalan. Secara year to date [realisasi tahun ini] belum 100%. Mudah-mudahan kuartal IV bisa terkejar,” ujarnya, beberapa waktu lalu.

Saat ini bisnis perusahaan masih didukung oleh bancassurance sebesar 95%. Sisanya berasal dari direct sales dan digital.  

Berdasarkan laporan keuangan perusahaan, pendapatan premi Simas Jiwa mencapai Rp6,95 triliun sepanjang Januari -- Juni 2019, turun 20,30% dari premi dalam periode yang sama pada tahun lalu senilai Rp8,72 triliun.

Industri asuransi jiwa memang masih dihadapkan tren pendapatan premi yang melesu. Berdasarkan data OJK, pendapatan premi per Agustus 2019 mencapai Rp120,85 triliun, turun 4,50% dibandingkan dengan Agustus 2018 yang mencapai Rp126,55 triliun. 

Sebagai langkah pengembangan usaha ke depannya, perusahaan akan mulai mengembangkan digitalisasi sebagai langkah adaptasi dengan perkembangan digitalisasi di industri asuransi jiwa. 

“Produk utama kami masih unitlink dengan portofolio 98%. Saya pikir bancassurance belum bakal tersisih oleh digitalisasi karena unitlink belum dapat dipasarkan melalui digital,” ujarnya.

Kendati demikian, pemasaran digital di Asuransi Simas Jiwa masih sangat kecil, bahkan masih di bawah 1%. Namun, dia tetap meyakini kanal digitalisasi harus terus dikembangkan, misalnya dengan memilih produk yang lebih cocok dijual secara online. Salah satunya adalah produk kecelakaan diri dan hospital cash plan. 

“Ke depan kami akan mulai menggalakkan penjualan melalui digital, baik secara langsung maupun aplikasi, atau marketplace dan agregator yang kami kerja sama,” ujarnya 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
premi, asuransi sinar mas

Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top