Menunggu Hasil Pembentukan Anak Usaha, Jiwasraya Belum Dapat Membayar Klaim

Bisnis.com, JAKARTA — PT Asuransi Jiwasraya (Persero) menyatakan belum dapat melaksanakan pembayaran manfaat program JS Proteksi Plan karena masih menunggu kelanjutan dari pembentukan anak usaha Jiwasraya Putra.
Wibi Pangestu Pratama
Wibi Pangestu Pratama - Bisnis.com 09 Oktober 2019  |  10:41 WIB
Menunggu Hasil Pembentukan Anak Usaha, Jiwasraya Belum Dapat Membayar Klaim
Pejalan kaki melintas di dekat logo PT Asuransi Jiwasraya, di Jakarta, Jumat (12/10/2018). - JIBI/Dedi Gunawan
Bisnis.com, JAKARTA — PT Asuransi Jiwasraya (Persero) menyatakan belum dapat melaksanakan pembayaran manfaat program JS Proteksi Plan karena masih menunggu kelanjutan dari pembentukan anak usaha Jiwasraya Putra.
Hal tersebut tercantum dalam surat bertitimangsa 30 September 2019 yang dikirimkan Direksi Jiwasraya kepada PT Bank KEB Hana Indonesia. Surat tersebut berisi penawaran program pengembangan Polis JS Proteksi Plan bagi nasabah KEB Hana pemilik polis Jiwasraya.
Dalam surat yang ditandatangani Direktur Pemasaran Korporat Jiwasraya Indra Widjaja dan Direktur Keuangan Jiwasraya Danang Suryono tersebut, pihak Jiwasraya menyatakan bahwa terdapat inisiatif pendanaan untuk pemenuhan kewajiban kepada para pemegang polis, sehubungan dengan adanya keterlambatan pembayaran manfaat JS Proteksi Plan.
Salah satu inisiatif yang tengah berjalan adalah penandatanganan Corporate Cooperation Agreement dengan empat mitra Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk pendirian anak perusahaan Jiwasraya Putra. Dalam surat tersebut tertulis bahwa Jiwasraya Putra sedang proses dengan para calon mitra strategis.
"Sehubungan dengan insiatif-inisiatif dimaksud masih berjalan, maka pembayaran program asuransi jiwa JS Proteksi Plan belum dapat kami laksanakan saat ini, masih menunggu proceed dari aksi korporasi tersebut," tertulis dalam salinan surat yang diterima Bisnis tersebut.
Bisnis telah mencoba menghubungi Direktur Utama Jiwasraya Hexana Tri Sasongko untuk meminta tanggapan terkait isi surat tersebut, tetapi hingga berita ini diturunkan dia belum memberikan respon.
Sebelumnya, Deputi Bidang Usaha Jasa Keuangan, Jasa Survei dan Jasa Konsultasi Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Gatot Trihargo pun menyatakan bahwa Jiwasraya Putra belum akan beroperasi dalam waktu dekat karena masih mencari mitra strategis.
 
Gatot pun belum dapat memastikan kapan perusahaan tersebut dapat mulai beroperasi, padahal target pembentukan awalnya adalah Juni 2019. 
 
"Jiwasraya Putra masih mencari... menunggu partner," ujar Gatot kepada Bisnis, Kamis (3/10/2019).
Dia tidak menjelaskan bagaimana kriteria mitra yang dicari oleh anak usaha perusahaan asuransi jiwa plat merah tersebut. Meskipun begitu, Gatot menjelaskan bahwa Jiwasraya Putra telah bermitra dengan empat perusahaan BUMN yang juga menjadi pemilik saham.
Terkait kondisi saat ini, melalui surat itu pun Jiwasraya memberikan penawaran bagi pemegang polis yang memilih untuk memperpanjang periode investasi (roll over), perseroan akan membayarkan bunga pengembangan sebesar 6,00% per annum(netto) pada saat jatuh tempo tahun berikutnya sesuai ketersediaan dana.
Lalu, bagi pemegang polis yang belum pernah memilih program roll over tetapi akan melanjutkan investasinya, Jiwasraya akan membayarkan bunga pengembangan sebesar 6,00%, dengan ketentuan yang sama seperti pemegang polis di atas.
Adapun, bagi pemegang polis yang memilih untuk tidak melakukan roll over, Jiwasraya akan membayarkan bunga pengembangan sebesar 5,50% per annum (netto) pada saat dana tersedia, dengan perhitungan bunga berdasarkan premi pokok.
"Penyelesaian delay payment selanjutnya akan dibayarkan premi pokok terlebih dahulu secara bertahap sesuai dengan ketersediaan dana."

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
jiwasraya

Editor : Anggi Oktarinda

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top