Hari Asuransi Nasional : Penetrasi Masih jadi Isu Utama

Bisnis.com, JAKARTA — Edukasi asuransi melalui media, khususnya di era digital, dinilai sebagai salah satu strategi jitu dalam meningkatkan penetrasi asuransi yang kerap sulit mencapai di atas 5%.
Wibi Pangestu Pratama
Wibi Pangestu Pratama - Bisnis.com 09 Oktober 2019  |  14:24 WIB
Hari Asuransi Nasional : Penetrasi Masih jadi Isu Utama
Ketua Umum Dewan Asuransi Indonesia (DAI) Dadang Sukresna (kiri) didampingi Wakil Pemimpin Redaksi Bisnis Indonesia Chamdan Purwoko memberikan pemaparan saat mengunjungi kantor redaksi Bisnis Indonesia di Jakarta, Rabu (9/10)./ - BISNIS/Arief Hermawan P.

Bisnis.com, JAKARTA — Edukasi asuransi melalui media, khususnya di era digital, dinilai sebagai salah satu strategi jitu dalam meningkatkan penetrasi asuransi yang kerap sulit mencapai di atas 5%.

Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Umum Dewan Asuransi Indonesia (DAI) Dadang Sukresna saat melakukan kunjungan ke Wisma Bisnis Indonesia di Jakarta, Rabu (9/10/2019). Dia menyampaikan bahwa isu penetrasi asuransi terus menjadi perhatian pelaku industri.

Menurut Dadang, seluruh anggota DAI melalui asosiasi-asosiasinya masing-masing secara rutin melakukan edukasi mengenai asuransi. Namun, hal tersebut belum berhasil mendongkrak penetrasi asuransi untuk berada di atas 5%.

"Perusahaan-perusahaan asuransi anggota kami, sebanyak-banyaknya cabang pun, peningkatan penetrasi asuransi tetap kecil.
Satu-satunya kegiatan yang kami lihat akan berdampak cepat kepada masyarakat adalah melalui media," ujar Dadang.

Edukasi melalui media tersebut, menurut Dadang, penting agar masyarakat semakin menyadari manfaat asuransi. Dia menilai bahwa masyarakat telah mengetahui konsep asuransi tetapi belum seluruhnya tergerak untuk memiliki polis.

"Apa pentingnya asuransi? Saya menjelaskan sama seperti naik mobil itu perlu ban cadangan. Kalau tidak ada apa-apa tentu tidak pikirkan, tetapi kalau ada apa-apa baru itu dipikirkan," ujar Dadang.

Dia pun mendorong agar perusahaaan-perusahaan asuransi di berbagai wilayah dapat mendorong publikasi kegiatannya melalui media. Hal tersebut agar masyarakat di setiap daerah dapat mengetahui aktivitas asuransi di sekitarnya. 

Selain itu, Dadang pun mendorong agar seluruh cabang perusahaan asuransi lebih gencar mendorong literasi masyarakat akan asuransi dan layanan keuangan. "Semua cabang kami harus melakukan literasi asuransi," ujarnya.

Dia menjelaskan bahwa Oktober ini merupakan bulan literasi keuangan nasional. Hal tersebut menjadi momentum penting bagi industri asuransi untuk terus mendorong penetrasi asuransi.
 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
asuransi

Editor : Anggi Oktarinda

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top