BI : Lemahnya Konsumsi dan Investasi Picu Pertumbuhan Kredit Melambat

Dalam survei yang diterima Bisnis.com, Rabu (16/10/2019), perkembangan tersebut tercermin dari saldo bersih tertimbang (SBT) permintaan kredit baru pada kuartal III/2019 sebesar 68,3%, lebih rendah dibandingkan dengan 78,3% pada kuartal sebelumnya.
Gloria Fransisca Katharina Lawi
Gloria Fransisca Katharina Lawi - Bisnis.com 16 Oktober 2019  |  11:49 WIB
BI : Lemahnya Konsumsi dan Investasi Picu Pertumbuhan Kredit Melambat
/Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA -- Survei Perbankan Bank Indonesia mengindikasikan pertumbuhan kuartal kredit baru melambat pada kuartal III/2019 khususnya pada sektor kredit konsumsi dan investasi.

Bank Indonesia memprakirakan kembali meningkat pada kuartal IV/2019.

Dalam survei yang diterima Bisnis.com, Rabu (16/10/2019), perkembangan tersebut tercermin dari saldo bersih tertimbang (SBT) permintaan kredit baru pada kuartal III/2019 sebesar 68,3%, lebih rendah dibandingkan dengan 78,3% pada kuartal sebelumnya.

Berdasarkan jenis penggunaan, perlambatan tersebut terutama bersumber dari kredit investasi dan kredit konsumsi.

Sementara itu, pada kuartal IV/2019 pertumbuhan kredit baru diprakirakan meningkat, didorong oleh optimisme terhadap kondisi moneter dan ekonomi yang menguat dan juga risiko penyaluran kredit yang relatif terjaga.

BI menyatakan, sejalan dengan prakiraan meningkatnya pertumbuhan kredit baru, kebijakan penyaluran kredit pada kuartal IV/2019 diprakirakan lebih longgar, terindikasi dari Indeks Lending Standard (ILS) sebesar 11,8%, sedikit lebih rendah dibandingkan dengan 12,0% pada kuartal sebelumnya.

Pelonggaran standar penyaluran kredit terutama akan dilakukan terhadap kredit kepemilikan rumah/apartemen, kredit investasi, dan kredit UMKM, dengan aspek kebijakan penyaluran kredit yang akan diperlonggar antara lain plafon kredit, suku bunga, dan agunan.

Hasil survei mengindikasikan perlambatan pertumbuhan kredit untuk keseluruhan 2019.

Kredit diprakirakan tumbuh 9,7% (yoy), atau lebih rendah dibandingkan dengan prakiraan kuartal sebelumnya maupun dengan realisasi tahun sebelumnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kredit

Editor : Achmad Aris
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top