Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

BCA Dapat Tambahan Likuiditas Rp3 Triliun Berkat Penurunan Basis Poin GWM

PT Bank Central Asia Tbk. menyambut baik penurunan 50 basis poin giro wajib minimum (GWM) dari Bank Indonesia. Perseroan mengungkapkan dapat tambahan likuiditas sekitar Rp3 triliun dari insentif regulator tersebut.
M. Richard
M. Richard - Bisnis.com 22 November 2019  |  03:30 WIB
Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk (BCA) Jahja Setiaatmadja. - Bisnis/Dedi Gunawan
Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk (BCA) Jahja Setiaatmadja. - Bisnis/Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA - PT Bank Central Asia Tbk. menyambut baik penurunan 50 basis poin giro wajib minimum (GWM) dari Bank Indonesia. Perseroan mengungkapkan dapat tambahan likuiditas sekitar Rp3 triliun dari insentif regulator tersebut.

Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja menyampaikan langkah regulator sangat membantu pelaku industri perbankan yang kondisi likuiditasnya saat ini masih tergolong ketat.

"Menurut saya sangat membantu ya. Perseroan juga dapat likuiditas tambahan sekitar Rp3 triliun," katanya, Kamis (21/11/2019).

Hanya saja, Jahja menyebutkan peningkatan fungsi intermediasi akan tetap mempetimbangkan kondisi riil industri. Pasalnya, perseroan akan tetap ketat menjaga kualitas kredit. "Kredit itu melihat industrinya. Tidak bisa sembarangan digenjot," tuturnya.

Dihubungi terpisah, Executive Vice President PT Bank Central Asia Tbk. Hera F Haryn pun menyampaikan penurunan GWM sangat bermanfaat bagi likuiditas perseroan.

"Dengan demikian, bank memiliki spare lebih besar dalam penyaluran kredit," katanya.

Hera menyebutkan BCA akan memanfaatkan setiap insentif yang diberikan tersebut guna mendorong bisnis perusahaan di tahun depan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bca gwm
Editor : Sutarno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top