Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Bunga Kredit Diminta Turun, Bankir Janji 9 Bulan Lagi. Duh!

Industri perbankan di Tanah Air masih membutuhkan waktu untuk menurunkan suku bunga kredit. Setidaknya pelonggaran kebijakan moneter oleh Bank Indonesia bisa dirasakan oleh pasar sekitar 6 bulan hingga 9 bulan ke depan.
Muhammad Khadafi
Muhammad Khadafi - Bisnis.com 25 November 2019  |  17:13 WIB
Presiden Joko Widodo (kedua kanan) bersama Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto (kedua kiri), Menteri Sekretaris Negara Pratikno (kiri), Wakil Ketua Perbanas Tigor Siahaan (kanan) membuka kegiatan Indonesia Banking Expo 2019 di Jakarta, Rabu (6/11 - 2019).
Presiden Joko Widodo (kedua kanan) bersama Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto (kedua kiri), Menteri Sekretaris Negara Pratikno (kiri), Wakil Ketua Perbanas Tigor Siahaan (kanan) membuka kegiatan Indonesia Banking Expo 2019 di Jakarta, Rabu (6/11 - 2019).

Bisnis.com, JAKARTA - Industri perbankan di Tanah Air masih membutuhkan waktu untuk menurunkan suku bunga kredit. Setidaknya pelonggaran kebijakan moneter oleh Bank Indonesia bisa dirasakan oleh pasar sekitar 6 bulan hingga 9 bulan ke depan.

Wakil Ketua Umum Perhimpunan Bank-Bank Umum Nasional (Perbanas) Tigor M. Siahaan mengatakan bahwa transmisi suku bunga acuan harus disesuaikan dengan kondisi di lapangan.

“Kami juga mau kalau ada kesempatan untuk menurunkan [suku bunga kredit], tapi tentu aja berhubungan juga dengan deposito. Itu agak sulit kalau deposito belum jatuh tempo,” katanya usai rapat kerja dengan Komisi XI DPR di Jakarta, Senin (25/11/2019).

Tigor melanjutkan bahwa hal ini serupa dengan kondisi saat bank sentral mengerek naik suku bunga acuan sebanyak 175 basis poin (bps) pada paruh kedua 2018 hingga paruh pertama 2019. Dalam hal itu bank tidak langsung merespons menaikan suku bunga kredit hingga 175 bps.

Sementara itu, Tigor juga menyampaikan bahwa PT Bank CIMB Niaga Tbk. sejauh ini telah menurunkan suku bunga kredit secara selektif. “Kalau misalnya kontrak sesuai dengan BI rate turun, ya langsung. Tapi kalau masih berjalan kontrak kreditnya ya menunggu,” kata Tigor yang juga menjabat sebagai direktur utama CIMB Niaga.

Adapun, seperti diketahui Bank Indonesia pada paruh kedua tahun ini melonggarkan kebijakan moneter dan makroprudensial. Bank sentral melihat industri perlu dukungan untuk menjaga momentum pertumbuhan.

Berdasarkan data bank sentral sepanjang semester II/2019, hingga September, rata-rata tertimbang suku bunga kredit turun 9 bps menjadi 10,64%. Namun, pertumbuhan kredit pada kuartal III/2019 justru melambat, atau menjadi 7,89% secara tahunan (year-on-year/yoy).

Padahal sebelumnya, sepanjang Januari--Mei 2019, fungsi intermediasi bank selalu tumbuh lebih dari 11% secara tahunan. Sebelumnya Presiden Joko Widodo sempat menyerukan perbankan untuk menurunkan tingkat suku bunga kredit, menyusul pemangkasan suku bunga acuan oleh Bank Indonesia.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bunga kredit
Editor : Hendri Tri Widi Asworo
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top