Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Bersihkan Kredit Bermasalah, Bank Mayapada Rajin Hapus Buku

PT Bank Mayapada Internasional Tbk. masih terus berupaya menekan rasio kredit bermasalah, salah satunya melalui hapus buku atau write off.
Maria Elena
Maria Elena - Bisnis.com 10 Desember 2019  |  11:34 WIB
Bank Mayapada - Ilustrasi/Bisnis.com/David Eka Issetiabudi
Bank Mayapada - Ilustrasi/Bisnis.com/David Eka Issetiabudi

Bisnis.com, JAKARTA - PT Bank Mayapada Internasional Tbk. masih terus berupaya menekan rasio kredit bermasalah, salah satunya melalui hapus buku atau write off.

Direktur Bisnis Bank Mayapada Andreas Wiryanto mengatakan perseroan melakukan write off untuk beberapa debitur dengan prospek pelunasan hutang rendah.

Dia menyampaikan kredit yang dihapusbukukan Bank Mayapada per Oktober 2019 mencapai Rp423 juta.

"Jika diakumulasikan selama 12 bulan terakhir, kredit yang di hapus buku yaitu sebesar Rp6,7 miliar dengan rata-rata Rp513 juta per bulan. Secara kasar dalam 12 bulan terakhir bank sudah melakukan write off sebesar 0,51% dari NPL nett," katanya kepada Bisnis, pekan lalu.

Sementara itu, Andreas mengatakan masih belum memperoleh recovery kredit atas write off yang dilakukan dalam 12 bulan terakhir ini.

Di samping itu, perseroan melakukan restrukturisasi kredit secara pruden bagi debitur yang memiliki prospek bisnis positif namun saat ini mengalami kesulitan keuangan dengan harapan kinerja debitur dapat meningkat kembali.

Andreas memaparkan, restrukturisasi kredit perseroan per Oktober 2019 tercatat sebesar 0,59% dari total kredit yang disalurkan.

Apabila dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, kredit yang direstrukturisasi perseroan meningkat tipis sebesar Rp31 miliar pada Oktober 2019.

Di samping itu, Andreas menambahkan, agunan yang telah diambil alih perseroan dari total aset yaitu sebesar 0,12% per Oktober 2019.

Adapun, perseroan mencatat total kredit yang disalurkan sebesar Rp68,56 triliun atau tumbuh 8,62% secara tahunan menutup kuartal III 2019.

Di samping itu, rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) secara gross meningkat dari 1,94% per September 2018 ke level 2,72% per September 2019. Sedangkan NPL nett tercatat turun dari 4,50% menjadi 3,86% secara tahunan per September 2019.  

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bank mayapada
Editor : Hendri Tri Widi Asworo
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top