Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

OCBC NISP Bidik Pertumbuhan KPR 10 Persen

PT Bank OCBC NISP Tbk. memproyeksikan pasar kredit pemilikan rumah (KPR) tahun depan tidak jauh berbeda dengan tahun ini. Bank membidik pertumbuhan kredit yang lebih rendah dibandingkan dengan target 2019.
Muhammad Khadafi
Muhammad Khadafi - Bisnis.com 10 Desember 2019  |  17:05 WIB
Karyawati Bank OCBC NISP melayani nasabah, di Jakarta, Senin (1/7/2019). - Bisnis/Triawanda Tirta Aditya
Karyawati Bank OCBC NISP melayani nasabah, di Jakarta, Senin (1/7/2019). - Bisnis/Triawanda Tirta Aditya

Bisnis.com, JAKARTA - PT Bank OCBC NISP Tbk. memproyeksikan pasar kredit pemilikan rumah (KPR) tahun depan tidak jauh berbeda dengan tahun ini. Bank membidik pertumbuhan kredit yang lebih rendah dibandingkan dengan target 2019.

“Target tahun ini KPR OCBC Rp4 triliun, tumbuh 15% yoy, tapi realisasi sekitar 10% yoy. Pada tahun depan kami menargetkan sesuai realisasi tahun ini, 10% yoy,” kata Executive Vice President Customer Soution Retail Loan OCBC NISP Veronika Susanti kepada Bisnis, belum lama ini.

Veronika mengatakan bahwa KPR berperan penting bagi portofolio kredit konsumer. Saat ini pembiayaan perumahan berkontribusi 90% terhadap kredit konsumer.

Komposisi kredit konsumer sendiri bagi portofolio kredit OCBC NISP per September 2019 sebesar 11%. Sebanyak 89% sisanya mengalir untuk kredit modal kerja dan investasi.

Veronika juga menjelaskan bahwa OCBC NISP bermain pada segmen KPR mid high. Kelas ini terkena dampak cukup signifikan dari perlambatan pertumbuhan KPR pada tahun ini.

“Sebagian low kami juga garap, tapi yang green [berwawasan lingkungan], karena low end ini nilai investasi makin jelek kalau developer pergi,” jelas Veronika.

Adapun mengutip data Bank Indonesia, per Oktober 2019, KPR dan KPA (kredit pemilikan apartemen) yang disalurkan perbankan tumbuh 10,8% yoy menjadi Rp501,3 triliun. Realisasi tersebut setara dengan bulan sebelumnya.

Namun bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu KPR tahun ini tumbuh melambat. Per Oktober 2018, KPR dan KPA naik 16,7% yoy menjadi Rp452,6 triliun.

Adapun secara total OCBC NISP menilai tahun depan pertumbuhan kredit lebih baik dibandingkan dengan tahun ini. Bank asal negeri jiran ini memperkirakan fungsi intermediasi dapat naik sekitar 8% yoy hingga 9% yoy pada tutup buku 2020.

Per September 2019, portofolio kredit OCBC NISP cenderung tidak bergerak bila dibandingkan dengan tahun lalu. Perseroan melaporkan penyaluran dana sebesar Rp119,9 triliun. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kpr ocbc nisp
Editor : Hendri Tri Widi Asworo
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top